Jawa Pos Radar Lawu - Pagi di kampung sering diwarnai suara khas motor lawas yang begitu akrab: Honda Astrea Grand.
Motor yang dulu jadi primadona ini kini tak hanya menyisakan nostalgia, tetapi juga status sebagai ikon otomotif Indonesia.
Raja Irit BBM
Astrea Grand dikenal hemat bahan bakar. Konsumsi bensinnya bisa mencapai lebih dari 60 km per liter.
Dulu, cukup isi Rp10 ribu, motor ini bisa dipakai wara-wiri ke sekolah, kerja, hingga keliling kampung.
Mesin Bandel, Jarang Rewel
Mesinnya tahan banting dan mudah dirawat. Bengkel kecil pun bisa memperbaikinya, dengan suku cadang murah dan mudah ditemukan.
Banyak pemilik mengaku motor ini bisa bertahun-tahun tanpa ganti komponen besar jika dirawat baik.
Desain Klasik Tak Lekang Waktu
Bodi ramping dengan lampu bulat dan striping sederhana menjadikan Astrea Grand tetap enak dipandang meski zaman motor matic modern telah mendominasi.
Tak heran, banyak kolektor rela memburu unitnya untuk dipoles kembali.
Teman Setia Tukang Ojek Dulu
Sebelum era aplikasi online, Astrea Grand jadi andalan ojek pangkalan. Alasannya jelas: irit, nyaman, dan tahan dipakai seharian meski jalanan tak selalu mulus.
Motor ini sudah berjasa mengantar ribuan penumpang dari pasar, terminal, hingga pelosok desa.
Harga Melejit di Pasar Kolektor
Meski usianya puluhan tahun, Astrea Grand yang masih orisinal kini bernilai tinggi. Harganya bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah, tergantung kondisi.
Unit dengan label “mint condition” bahkan jadi incaran serius para kolektor.
Penuh Kenangan Emosional
Bagi sebagian orang, Astrea Grand bukan sekadar motor. Ada yang pertama kali belajar mengendarai motor dengan ini, ada yang menjadikannya saksi perjalanan cinta, bahkan ada yang mengaitkannya dengan perjuangan orang tua mencari nafkah. (kid)
Editor : Nur Wachid