Jawa Pos Radar Lawu - Koes Plus kerap disebut sebagai "The Beatles-nya Indonesia", dan label ini bukan sekadar pujian kosong.
Ada banyak kesamaan mendasar antara keduanya, baik dari sisi musikalitas, pengaruh budaya, hingga warisan abadi yang ditinggalkan.
Berikut lima alasan kuat mengapa julukan itu layak disematkan:
1. Terinspirasi Gaya Musik The Beatles
Sebelum menjadi Koes Plus, band ini dikenal sebagai Koes Bersaudara. Mereka mengidolakan The Beatles sejak awal karier dan kerap membawakan lagu-lagu band asal Inggris itu dalam berbagai pertunjukan.
Bahkan, gaya berpakaian dan potongan rambut mereka pun menyerupai tren The Beatles. Namun, di Indonesia tahun 1960-an, musik Barat dianggap berbahaya. Akibatnya, para personel Koes Bersaudara sempat ditahan oleh pemerintah Orde Lama karena memainkan lagu-lagu The Beatles. Sebuah peristiwa yang mencerminkan kontroversi serupa yang dialami The Beatles di negara asalnya.
2. Pelopor Musik Pop Modern di Indonesia
Jika The Beatles menjadi pelopor musik pop modern di dunia, maka Koes Plus adalah pionirnya di Indonesia. Mereka memperkenalkan gaya musik yang ringan, akrab di telinga, dan lirik yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Musik pop Indonesia sebelum mereka cenderung klasik dan tradisional. Koes Plus membuka jalan bagi band-band setelahnya untuk bereksperimen dengan suara yang lebih modern dan relevan dengan masa.
3. Produktivitas yang Luar Biasa
Koes Plus dikenal sangat produktif. Selama dekade 1970-an, mereka bisa merilis beberapa album dalam satu tahun, dan tidak terpaku pada satu genre saja.
Mereka menjelajahi pop, rock, dangdut, keroncong, bahkan lagu anak-anak. Lagu-lagu seperti “Kolam Susu”, “Bujangan”, “Why Do You Love Me”, hingga “Kembali ke Jakarta” menjadi hits besar dan dikenang lintas generasi. Konsistensi dan keberagaman ini mengingatkan publik pada pola kerja The Beatles di masa keemasannya.
4. Lirik yang Dekat dan Penuh Makna
Sama seperti The Beatles, Koes Plus juga piawai menciptakan lagu dengan lirik yang menyentuh hati dan berbicara tentang kehidupan nyata: cinta, rindu, harapan, hingga kritik sosial.
Lagu-lagu mereka mudah dipahami, jujur, dan membumi. Hal ini menjadikan mereka dicintai oleh masyarakat dari berbagai usia dan kalangan.
5. Warisan Abadi dalam Musik Indonesia
Koes Plus telah meninggalkan warisan budaya yang tak ternilai. Lagu-lagu mereka masih sering diputar, dicover oleh musisi muda, dan digunakan dalam film atau iklan. Band-band besar Tanah Air pun banyak yang mengakui terinspirasi oleh karya-karya mereka.
Seperti The Beatles di Inggris, Koes Plus menjadi ikon musik Indonesia—mewakili era, semangat, dan identitas musik nasional. (fin)
Editor : AA Arsyadani