Jawa Pos Radar Lawu - Beazt Footwear hadir sebagai brand sepatu lokal yang mencuri perhatian sejak 2018. Lahir di Jakarta, Beazt berakar kuat pada budaya skateboarding dan musik lokal.
Filosofinya jelas: menggabungkan kenyamanan, fungsionalitas, dan estetika klasik ala sepatu skate era 90-an hingga awal 2000-an, membuatnya jadi favorit di kalangan skater dan pecinta streetwear Indonesia.
Model Unggulan Beazt Footwear
Berikut daftar sepatu terbaik Beazt yang bisa kamu pilih sesuai gaya dan kebutuhan:
1. Luxo: Vintage & Stylish
-
Varian populer: Luxo Black White dan Luxo 8T Corduroy
-
Bahan: Suede dan corduroy dengan siluet klasik
-
Harga: Mulai Rp398.000–Rp439.000
-
Kesan: Elegan, klasik, cocok untuk harian maupun skating ringan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sepatu Gunung Waterproof Terbaik, Tahan Air dan Nyaman untuk Trek Basah
2. Maxon: Simpel dan Ringan
-
Varian: Maxon Black White
-
Harga: Sekitar Rp298.000
-
Karakter: Ringan, nyaman, cocok buat kamu yang aktif seharian atau skate kasual.
3. Radix: Skate Classic Look
-
Desain: Bergaya skate klasik, kemungkinan berbahan suede
-
Dilengkapi stripe khas yang memberi tampilan old-school
-
Ideal untuk pencinta gaya vintage minimalis.
4. Noxa: Bold & Chunky ala 90-an
-
Varian: Noxa Goblin, Noxa Siberia
-
Fitur: Insole pop-booster, sol tebal khas era 90-an
-
Harga: Rp449.000
-
Jadi favorit komunitas skate hardcore.
5. Helix: Minimalis Serbaguna
-
Varian: Helix Black White
-
Harga: Sekitar Rp298.000
-
Desain: Minimalis, cocok untuk keseharian dengan gaya simpel namun tetap keren.
6. Edisi Kolaborasi: God Bless – Srigala Jalanan
-
Hasil kolaborasi eksklusif dengan band legendaris God Bless
-
Harga: Rp599.000 (tersedia di platform seperti Jakjek Store)
-
Mewakili semangat Beazt dalam mendukung musik Indonesia dan komunitas lokal
Sejak tahun 2020, Beazt telah menggandeng lebih dari 14 band lokal untuk edisi kolaborasi sebagai bentuk penghormatan terhadap musik Indonesia.
Setiap model terinspirasi dari merek-merek skate ternama dunia seperti Etnies, DVS, Globe, DC, Vans, hingga Emerica, namun tetap dengan sentuhan identitas lokal yang kuat. (fin)
Editor : AA Arsyadani