Jawa Pos Radar Lawu – Lagu “Terbuang Dalam Waktu” milik Barasuara menjadi jantung emosional dalam film Sore: Istri dari Masa Depan, sebuah drama fiksi ilmiah yang memadukan romansa dan perjalanan waktu.
Bukan sekadar soundtrack, lagu ini menyuarakan pergulatan perasaan, kedewasaan cinta, dan kekuatan ikatan yang melampaui ruang serta waktu.
Cinta yang Diuji oleh Kedewasaan
Lagu dibuka dengan baris:
"Teringat seru suaramu / Menepis keraguan / Namun dewasa mengubah / Cara pandang dan keikhlasan."
Bagian ini mengajak pendengar mengingat kembali masa-masa awal cinta yang sederhana dan penuh semangat.
Namun seiring waktu, kedewasaan justru menuntut lebih banyak keikhlasan dan perspektif baru terhadap cinta itu sendiri.
Ada semacam jarak emosional yang timbul dari proses menjadi dewasa.
Luka, Kehilangan, dan Konflik Batin
Lirik seperti "Bersaut dan bergulat / Terperai-perai menghilang / Perih yang terasa / Sakit yang tak sirna" menggambarkan bahwa cinta bukan hanya soal menyatukan dua hati, tetapi juga tentang bagaimana dua jiwa bertahan saat dunia berubah.
“Terperai” menyiratkan hubungan yang mulai renggang, retak karena keadaan, namun masih menyisakan luka yang membekas.
Ketika Harapan Mulai Kabur
Pada bagian berikutnya,"Harapan akankah ada / Berputar arah / Angan tenggelam dalam kabut dan amarah" Barasuara menangkap realitas relasi dewasa dengan sangat puitis.
Harapan yang dulu terang, kini terperangkap dalam kabut waktu dan kemarahan.
Lagu ini menjadi semacam cermin bagi mereka yang pernah bertanya-tanya: masihkah cinta bertahan saat waktu terus berjalan?
Transformasi Emosi: Dari Luka Menjadi Kekuatan
Namun lagu ini tidak berakhir dalam kesedihan. Justru dalam bait: "Melihatmu bersemi dan bermekaran / Tawa candamu berikan kekuatan" tercermin bagaimana cinta bisa berubah bentuk dari kepemilikan menjadi pemberdayaan.
Kehadiran orang tercinta bukan hanya pengobat luka, tapi juga sumber kekuatan. Di sinilah letak kematangan emosional yang ditawarkan lagu ini.
Janji Cinta Tak Kenal Waktu
Bagian paling menggetarkan dari lagu ini ada pada klimaksnya: "Kita kan tua dan kehilangan pegangan / Lihat senyummu memberikan kekuatan / Sisa nafasku cinta tak kenal waktu / Menjagamu". Barasuara mengajak kita untuk melihat cinta dari sudut pandang keabadian.
Bukan keabadian yang mustahil, tapi cinta yang tetap hidup bahkan saat tubuh melemah dan dunia berubah. Sebuah janji yang tulus, mengakar dalam, dan tak lekang oleh waktu.
Harmoni Sempurna antara Musik dengan Film
Dipilih sebagai OST Sore: Istri dari Masa Depan, lagu ini selaras dengan tema film tentang hubungan manusia, pilihan hidup, dan waktu yang tak bisa dikendalikan.
“Terbuang Dalam Waktu” menjembatani cerita fiksi ilmiah dengan emosi manusiawi yang dekat dan nyata.
Dengan lirik penuh makna dan aransemen khas Barasuara yang megah namun intim, lagu ini menjelma menjadi sebuah pengalaman mendalam. Bukan hanya didengar, tapi juga dirasakan. (den)
Editor : Deni Kurniawan