Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

5 Alasan Psikologis Kenapa Kita Merasa Hidup Orang Lain Lebih Menarik di Instagram, Awas Jangan Terkecoh 'Cuplikan Terbaik'!

Rimba Febriani • Senin, 7 Juli 2025 | 18:48 WIB

 

 

 

Scroll Instagram terus ngerasa hidup orang lain lebih seru? Mungkin ini waktunya berhenti bandingin dan mulai hargai diri sendiri.
Scroll Instagram terus ngerasa hidup orang lain lebih seru? Mungkin ini waktunya berhenti bandingin dan mulai hargai diri sendiri.

Jawa Pos Radar Lawu - Pernah merasa hidup orang lain di Instagram jauh lebih menyenangkan daripada milikmu?

Misalnya pas scroll feed dan lihat teman baru liburan ke Jepang, dapat pekerjaan idaman, atau makan malam fancy di rooftop.

Tanpa sadar, kamu jadi mikir, "Kok hidup aku gini-gini aja, ya?"

Tenang, kamu nggak sendirian.

Perasaan seperti ini sering muncul karena ada dorongan psikologis dan pola pikir tertentu saat kita bersentuhan dengan media sosial, terutama Instagram.

Yuk simak 5 alasan utama kenapa kita sering terjebak membandingkan diri:

1. Yang Tampil di Instagram Hanya ‘Cuplikan Terbaik’

Konten yang kamu lihat di Instagram adalah hasil kurasi: hanya momen yang paling menarik, pencapaian terbesar, atau tampilan yang paling fotogenik. Jarang ada yang memperlihatkan kesedihan, kegagalan, atau realita pahit. Jadi, perbandingan yang kamu lakukan sebenarnya tidak seimbang.

2. Otak Manusia Memang Dirancang untuk Membandingkan

Secara alamiah, manusia akan membandingkan diri dengan orang lain untuk memahami posisi sosialnya. Ini bagian dari mekanisme psikologis sejak zaman dulu. Tapi sayangnya, ketika dilakukan secara terus-menerus, kamu bisa merasa kurang, tidak layak, bahkan kehilangan kepercayaan diri.

3. Efek FOMO Membuat Segalanya Terlihat Kurang

FOMO (Fear of Missing Out) bikin kamu merasa seolah-olah kamu tertinggal sesuatu yang penting atau menyenangkan. Padahal, bisa jadi kamu sedang mengerjakan hal yang tak kalah berharga—tapi tidak terlihat menarik dalam bingkai Instagram.

4. Sosial Media Tidak Menyampaikan Emosi Sebenarnya

Foto senyum lebar dan caption positif belum tentu menggambarkan suasana hati yang sesungguhnya. Tanpa konteks, kamu bisa salah menilai dan akhirnya merasa hidupmu “kalah seru” dari mereka.

5. Perbandingan Bisa Menjadi Bumerang

Membandingkan hidup boleh saja kalau bisa jadi motivasi. Tapi kalau malah membuat kamu merasa buruk, tertekan, atau kehilangan arah, itu pertanda harus ambil jeda dari layar dan mulai fokus ke realita diri sendiri. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#instagram stalker #self love #instagram stories