Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Bukan Motor Bebek Biasa, Ini Sejarah Yamaha F1ZR: Raja Jalanan Era 90-an yang Kini Tengah Diburu Kolektor!

Tegar Rukmana • Senin, 7 Juli 2025 | 14:26 WIB

Yamaha F1ZR salah satu motor bebek 2-tak yang dicari kolektor.
Yamaha F1ZR salah satu motor bebek 2-tak yang dicari kolektor.

Jawa Pos Radar Lawu - Yamaha Force 1 atau yang lebih dikenal sebagai Yamaha F1ZR merupakan motor bebek legendaris bermesin 2-tak yang diproduksi oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dari tahun 1992 hingga 2004.

Motor ini menjadi penerus Yamaha Alfa yang lebih dulu dirilis pada akhir 1980-an dan menggunakan mesin 105 cc. Generasi pertama Yamaha Force 1 masih menggunakan sistem pengereman tromol di bagian depan dan belakang.

Meski secara teknis sederhana, motor ini menjadi tonggak penting dalam sejarah motor bebek Yamaha di Indonesia karena menjadi yang pertama memakai sistem pendingin mesin bernama YPCS (Yamaha Performance Cooling System).

Baca Juga: Yamaha F1ZR Diburu Kolektor meski Boros Bensin, Simak 5 Alasan Pamor Motor 2 Tak Ini Tetap Tinggi

Masih dari sumber yang sama, sistem YPCS menggunakan kipas pendingin yang menyedot udara dari luar untuk menjaga suhu mesin tetap optimal.

Dengan pendinginan yang stabil, performa mesin pun terjaga. Meskipun Yamaha memopulerkan teknologi ini di segmen bebek, Suzuki sebenarnya sudah lebih dahulu menerapkan sistem pendinginan udara aktif serupa lewat teknologi Jet Cooled pada Suzuki RC Series.

Namun perbedaannya terletak pada penggunaan nozzle untuk menyemprot oli ke blok mesin pada sistem Jet Cooled.

Baca Juga: Gak Cuma RX-King, Ini Deretan Motor Bekas yang Jadi ‘Saham’ Paling Cuan Tahun Ini! Ada Yamaha F1ZR dan Honda Astrea Grand?

Pada 1994, Yamaha melakukan pembaruan dengan meluncurkan Force 1 Z. Perubahan paling mencolok adalah hadirnya sistem pengereman cakram di bagian depan.

Model ini bertahan hingga 1996 dengan beberapa varian spesial yang dibedakan lewat penambahan lampu pada behel belakang dan aksen krom di beberapa bagian bodi.

Generasi terakhir model ini hadir dengan kopling penuh (full clutch), dan pada 1997, Yamaha secara resmi merilis F1ZR yang sudah memakai kopling manual meski masih berjenis semi otomatis.

Kopling ini kemudian populer disebut sebagai “kopling banci” karena transisinya dari sistem otomatis ke manual.

Baca Juga: Motor Bebek Tangguh Pekerja Keras! Suzuki Super Cub 110 Pro Desain Simpel dan Irit BBM

Baru pada tahun 2000, seperti dikutip dari dokumentasi Yamaha Motor Indonesia, YIMM melakukan perombakan total terhadap F1ZR.

Versi terbaru hadir dengan desain lebih modern dan menggunakan velg bergaya balap. Tak hanya itu, sistem koplingnya pun sudah sepenuhnya manual dengan tuas kopling konvensional.

Yamaha F1ZR akhirnya resmi disuntik mati pada 2004 dan digantikan oleh Yamaha Vega R yang telah menggunakan mesin 4-tak.

Baca Juga: Motor Bebek Lawas Ini Masih Dicari Pemburu Motor Klasik di 2025! Intip Spesifikasi dan Harga Terkini

Kepopuleran F1ZR bukan hanya karena desain dan fitur-fiturnya yang tergolong mewah pada zamannya, tetapi juga karena daya tahan serta performanya yang dikenal bandel.

Tak heran, motor ini menjadi tunggangan andalan di ajang balap nasional. Nama-nama besar seperti Ahmad Jayadi, Harlan Fadhillah, dan Hendriansyah tercatat pernah meraih kesuksesan menggunakan motor ini sebagai kuda besi andalannya.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Motor Bebek Tangguh Buat Nanjak, Pilihan Tepat Libas Jalanan Gunung!

Menariknya, pada penghujung 2014, Yamaha mengumumkan akan menghidupkan kembali nama “Force” sebagai nameplate baru.

Ini diwujudkan dengan peluncuran Yamaha Vega Force pada pertengahan 2015 yang menggunakan mesin 115 cc berteknologi injeksi.

Vega Force hadir sebagai generasi reinkarnasi dari Force 1 dan disiapkan untuk bersaing langsung dengan Honda Revo FI di kelas motor bebek entry-level.

Baca Juga: 5 Alasan Suzuki Shogun 125 FI Masih Dicari Meski Disuntik Mati, Motor Bebek Legendaris!

Dari sisi spesifikasi teknis, Yamaha F1ZR dibekali mesin 2-tak 110,4 cc silinder tunggal dengan karburator Mikuni VM 20, menghasilkan tenaga maksimal 11,8 dk pada 7.500 rpm dan torsi 10,79 Nm pada 6.500 rpm.

Mesin ini menggunakan sistem pelumasan Yamaha Autolube yang membuatnya tidak perlu mencampur oli dan bensin secara manual.

Transmisinya 4-percepatan dengan pola N-1-2-3-4, dan dilengkapi kopling tipe wet multi-plate. Sistem pengapiannya memakai CDI dan starter-nya bisa elektrik maupun engkol.

Baca Juga: Cari Motor Trail 250cc Rp 40 Juta? Ini Motor Trail 250cc Lokal yang Siap Ngebut di Medan Ekstrem!

Dari sisi sasis dan kaki-kaki, bobot kosong Yamaha F1ZR tercatat 95 kg dengan kapasitas tangki bensin 4,5 liter.

Suspensi depan menggunakan model teleskopik dan ban ukuran 2.50-17 di depan serta 2.75-17 di belakang.

Rem depan sudah cakram, sementara rem belakang masih mengandalkan tromol. Dimensi keseluruhan motor ini adalah 1.870 x 670 x 1.040 mm, dengan tinggi tempat duduk 750 mm dan ground clearance 135 mm.

Baca Juga: Baru! Yamaha YB125Z DX Bergaya Retro, Motor Klasik Spek Dewa Cocok untuk Harian

Dengan kombinasi desain sporty, performa tinggi, serta nilai historis yang kuat di dunia balap nasional, Yamaha F1ZR tetap dikenang sebagai salah satu motor bebek 2-tak terbaik yang pernah hadir di jalanan Indonesia.

Meski produksinya telah berakhir dua dekade lalu, pamor F1ZR tetap hidup di kalangan kolektor dan pecinta otomotif klasik. (gar)

Editor : Tegar Rukmana
#yamaha f1zr #indonesia #spesifikasi #kolektor #legenda #bebek 2 tak