Jawa Pos Radar Lawu - Ada yang mencuri perhatian dari prosesi upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025).
Bukan hanya karena Prabowo Subianto untuk pertama kalinya memimpin upacara sebagai Presiden Republik Indonesia, tapi juga karena tunggangan gagah yang ia gunakan untuk memeriksa barisan pasukan: Maung MV3 Irup, mobil taktis yang tampil beda dan penuh modifikasi.
Didampingi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Presiden Prabowo menyusuri barisan pasukan dengan mobil taktis dalam negeri yang tampil tanpa atap, tanpa jendela, bahkan tanpa bangku penumpang di bagian belakang.
Yang tersisa hanya satu kursi pengemudi dan sebuah platform datar berkarpet sebagai tempat berdiri sang inspektur upacara.
Banyak yang bertanya, mobil Maung jenis apa yang digunakan Prabowo dalam prosesi tersebut? Jawabannya: Maung MV3 Irup, varian modifikasi dari Maung Tangguh buatan PT Pindad yang memang dirancang khusus untuk kebutuhan kenegaraan dan seremonial militer.
Secara spesifikasi, Maung MV3 Irup tidak jauh berbeda dengan Maung standar lainnya. Mobil ini ditenagai mesin diesel 2.200 cc yang sanggup menyemburkan tenaga maksimum 202 PS (setara 199 HP) dan torsi puncak 441 Nm.
Baca Juga: Spesifikasi Mobil Maung yang Dijadikan Kendaraan Dinas Presiden Prabowo Subianto dan Para Menteri
Ditenagai transmisi otomatis 8 percepatan, Maung MV3 bisa melaju stabil di kecepatan 100 km/jam dengan jangkauan tempuh hingga 500 kilometer—cukup tangguh untuk keperluan militer, tapi kali ini tampil anggun di momen protokoler kenegaraan.
Perbedaannya justru terletak pada desain fisiknya. Maung MV3 Irup telah mengalami modifikasi besar, mulai dari pelepasan semua bangku penumpang, pemasangan karpet di atas dek datar, hingga penambahan tangga khusus di bagian belakang mobil untuk memudahkan naik-turun pejabat tinggi negara.
Tubular body frame kendaraan dimanfaatkan sebagai pegangan tangan saat berdiri, menjadikannya kendaraan simbolik yang gagah namun tetap fungsional.
Modifikasi ini dilakukan demi menunjang fungsi seremonial kendaraan, terutama saat inspektur upacara melakukan pengecekan pasukan. Maung MV3 Irup menjadi bukti bahwa kendaraan buatan dalam negeri tak hanya mumpuni untuk operasi militer, tapi juga bisa menjelma sebagai simbol kebanggaan nasional dalam seremoni kenegaraan.
Kehadiran Maung Irup dalam upacara Hari Bhayangkara ke-79 menandai bahwa kendaraan militer dalam negeri telah naik kelas, tak hanya sebagai alat tempur, tapi juga sebagai lambang kehormatan negara. (gar)
Editor : Tegar Rukmana