Jawa Pos Radar Lawu - Motor mini legendaris, Honda Gorilla, kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta otomotif dan kolektor motor klasik.
Meski berukuran mungil, motor ini memiliki sejarah panjang dan daya tarik tersendiri yang membuatnya tetap relevan hingga kini.
Bahkan menjadi buruan kolektor dan penggemar modifikasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sejarah Singkat Motor Gorilla
Motor Gorilla pertama kali diperkenalkan oleh Honda di Jepang pada tahun 1978 sebagai versi “lucu” dari Honda Monkey.
Dengan desain yang kompak dan ergonomis, Honda Gorilla dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang santai namun tetap menyenangkan.
Berbeda dengan Monkey yang lebih playful, Gorilla dirancang dengan tangki bahan bakar yang lebih besar dan posisi duduk yang lebih nyaman untuk perjalanan yang lebih panjang.
Meski produksinya sempat dihentikan pada tahun 2007, popularitasnya tidak pernah surut.
Bahkan, Honda kembali merilis versi modernnya dalam beberapa tahun terakhir dengan fitur dan teknologi terkini namun tetap mempertahankan tampilan retro khasnya.
Spesifikasi Umum
Motor Gorilla klasik memiliki spesifikasi sebagai berikut:
Mesin: 49cc, 4-tak, satu silinder berpendingin udara
Tenaga: Sekitar 4,5 PS
Transmisi: 4-percepatan manual
Tangki Bahan Bakar: ±9 liter (lebih besar dari Honda Monkey)
Bobot: Sekitar 70 kg
Ban: 8-10 inci
Kecepatan Maksimum: ±60 km/jam
Sementara versi modern (dalam beberapa rilisan terbaru Honda Jepang dan Thailand) hadir dengan mesin 125cc injeksi, rem cakram, dan suspensi modern, namun tetap mempertahankan bentuk mungil dan estetika klasik.
Daya Tarik di Kalangan Kolektor dan Modifikator
Salah satu daya tarik utama motor Gorilla adalah ukurannya yang kecil namun ikonik. Desainnya yang unik membuat motor ini terlihat berbeda dari motor kebanyakan.
Selain itu, motor ini sangat fleksibel untuk dimodifikasi — dari tampilan klasik, cafe racer mini, hingga versi bergaya chopper.
Di Indonesia, komunitas pengguna dan kolektor motor Gorilla terus berkembang.
Banyak penggemar motor tua dan retro yang rela merogoh kocek dalam untuk mendapatkan unit asli buatan Jepang yang kini semakin langka.
Bahkan, harga motor Gorilla bekas dengan kondisi orisinal bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung kondisi dan kelengkapan.
Baca Juga: Modal Usaha Laundry? Jangan Salah Pilih! Ini 7 Mesin Cuci Terbaik yang Bisa Diandalkan
Versi Replika dan Lokal
Karena popularitasnya, beberapa pabrikan lokal dan Tiongkok juga memproduksi motor mini sejenis dengan bentuk menyerupai Gorilla, namun dengan mesin dan kualitas yang berbeda.
Harga versi replika ini lebih terjangkau, biasanya dijual mulai dari Rp 7 jutaan, dan kerap dijadikan “kanvas” untuk proyek modifikasi.
Motor Gorilla bukan hanya sekadar kendaraan, tetapi juga bagian dari sejarah dan budaya otomotif.
Dengan desain klasik, ukuran kompak, dan kemampuan modifikasi yang luas, motor ini terus mendapatkan tempat di hati penggemarnya.
Baik sebagai koleksi, proyek modifikasi, maupun sekadar hobi, Honda Gorilla membuktikan bahwa motor kecil bisa memberikan kebahagiaan yang besar. (rif/kid)
Editor : Nur Wachid