Jawa Pos Radar Lawu - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan langkah konkret dalam pemulihan aset negara melalui lelang serentak barang rampasan hasil tindak pidana korupsi.
Salah satu aset yang menarik perhatian publik adalah motor Triumph Speedmaster Bonneville milik Rafael Alun Trisambodo, eks pejabat pajak yang terseret dalam kasus gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Motor mewah asal Inggris itu laku terjual seharga Rp 211 juta dalam lelang yang digelar di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara (Rupbasan) Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (12/6/2026).
Padahal, jika mengacu pada harga resminya di pasar Indonesia, Triumph Speedmaster Bonneville 1200 HT keluaran 2023 dibanderol sekitar Rp 555 juta (off the road), menurut informasi dari situs resmi PT Garda Andalan Selaras (GAS Motorcycle), distributor Triumph Motorcycles di Tanah Air.
Angka tersebut mencerminkan kualitas dan prestise sepeda motor cruiser bergaya klasik modern yang dibuat di pabrik Triumph Motorcycles di Hinckley, Inggris.
Motor yang dilelang oleh KPK ini bukan sembarang kendaraan roda dua.
Triumph Bonneville Speedmaster 1200 HT mengusung mesin parallel twin 1200 cc berpendingin cairan yang mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 76,9 horsepower dan torsi puncak 106 Nm.
Dilengkapi dengan transmisi manual 6 percepatan dan sistem kopling assist wet multi-plate, motor ini tidak hanya tangguh di jalanan, tetapi juga sangat nyaman untuk touring jarak jauh.
Lebih dari itu, seperti dijelaskan dalam spesifikasi teknis dari situs resmi Triumph Motorcycles, motor ini telah memenuhi standar emisi Euro 5 dan dilengkapi berbagai fitur canggih seperti cruise control, traction control yang dapat diatur, dua mode berkendara, serta sistem pencahayaan full LED.
Baca Juga: Royal Enfield Classic 500 Tertinggal Zaman? Coba Lirik Keganasan Triumph Speed 400 Buatan India Ini!
Jok rendah setinggi 705 mm dan wheelbase 1500 mm memberikan kenyamanan ergonomis khas motor cruiser sejati, sementara suara knalpot dual exhaust-nya menghadirkan kesan maskulin dan klasik ala motor Inggris.
Desainnya yang klasik, dengan sentuhan modern premium seperti finishing krom dan siluet body yang mengalir, membuatnya tampil elegan di setiap sudut.
Tak heran jika motor ini menjadi incaran para kolektor otomotif maupun pecinta motor kelas atas, dan tak sedikit yang menyayangkan banderol lelangnya yang jauh di bawah harga pasar.
Namun, menurut penelusuran dari GAS Motorcycle dan beberapa pengamat otomotif, penurunan harga pada lelang rampasan lazim terjadi karena status legalitas barang bekas perkara hukum dan minimnya jaminan garansi.
Meskipun begitu, nilai historis dari motor ini, yang pernah dimiliki oleh seorang figur kontroversial, justru menambah daya tarik tersendiri bagi pembeli. (gar)
Editor : Tegar Rukmana