Jawa Pos Radar Lawu - Makan tanpa rasa pedas rasanya seperti nonton film di bioskop tanpa nyemil popcorn: kurang greget!
Sambal dan makanan pedas memang sudah jadi bagian dari budaya kuliner Indonesia.
Tapi, di balik kenikmatannya, tahukah kamu bahwa makanan pedas bisa punya dua sisi: enak di lidah, tapi bisa jadi masalah buat lambung?
Yuk, cari tahu fakta lengkap makanan pedas dan dampaknya bagi sistem pencernaan!
Apa Sih yang Bikin Cabai Jadi Pedas?
Jawabannya: capsaicin.
Ini adalah senyawa aktif dalam cabai yang memberikan sensasi panas dan pedas.
Capsaicin tidak membakar secara fisik, tapi merangsang reseptor rasa sakit di mulut dan sistem pencernaan.
Otak kita mengartikan sensasi ini sebagai "terbakar", padahal tidak ada api di sana.
Baca Juga: Nikmat Membawa Sengsara! 9 Makanan Lezat Ini Diam-Diam ‘Memberi Makan’ Sel Kanker!
Manfaat Makanan Pedas bagi Sistem Pencernaan (Kalau Tidak Berlebihan)
Meski sering disalahpahami, ternyata makanan pedas bisa memberikan beberapa manfaat sehat, lho:
1. Merangsang Produksi Asam Lambung
Capsaicin membantu merangsang produksi enzim dan asam lambung untuk memperlancar pencernaan.
2. Mempercepat Metabolisme Tubuh
Rasa pedas dapat membantu meningkatkan laju metabolisme, yang membuat tubuh lebih aktif mencerna makanan.
3. Melancarkan Pergerakan Usus
Capsaicin juga dapat meningkatkan motilitas usus dan membantu kamu lebih teratur buang air besar dan mencegah sembelit.
Risiko Makanan Pedas Jika Konsumsi Berlebihan
Hati-hati!
Makan pedas terlalu sering atau terlalu banyak bisa bikin masalah, apalagi buat yang punya lambung sensitif:
1. Iritasi Lambung
Asupan capsaicin berlebih bisa bikin dinding lambung teriritasi dan memperparah gejala gastritis atau maag.
2. GERD / Refluks Asam
Makanan pedas dapat melemaskan katup esofagus, memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi panas di dada (heartburn).
3. Diare atau Sakit Perut
Pada beberapa orang, pedas bisa mempercepat gerakan usus hingga menyebabkan diare, kembung, atau nyeri perut.
Tips Aman Menikmati Makanan Pedas
Supaya tetap bisa makan sambal tanpa drama lambung, coba lakukan tips berikut:
- Makan pedas bersamaan dengan makanan berserat atau berlemak sehat, agar tidak langsung mengiritasi lambung.
- Jangan makan makanan pedas saat perut kosong.
- Batasi frekuensi dan jumlah pedas jika kamu punya riwayat masalah lambung.
- Konsumsi susu atau yogurt setelah makan pedas untuk menetralisir capsaicin.
Pedas Itu Memang Nikmat, Asal Jangan Nekat
Makanan pedas bisa jadi sahabat atau musuh bagi sistem pencernaan.
Semuanya tergantung dari jumlah dan cara kamu menikmatinya.
Kalau dikonsumsi dengan bijak, makanan pedas bisa bermanfaat.
Tapi kalau berlebihan, siap-siap lambung protes.
“Lidah boleh bahagia, tapi jangan sampai bikin lambung sengsara. Pedas itu seni rasa, bukan kompetisi!” (fin)
Editor : AA Arsyadani