Jawa Pos Radar Lawu - Saham Boeing anjlok tajam hingga 7,8 persen dalam perdagangan pra-pasar Amerika Serikat pada Kamis (12/6/2025), hanya beberapa jam setelah tragedi jatuhnya pesawat Boeing 787 Dreamliner milik Air India yang membawa 242 orang tewas 1 selamat.
Saham perusahaan berbutut turun ke level $197,3, menandai tekanan terbesar sejak awal tahun.
Pesawat nahas dengan kode penerbangan AI-171 itu jatuh di daerah padat penduduk dekat Meghani Nagar, Ahmedabad, India.
Insiden tragis ini tak hanya menimbulkan duka global, tetapi juga memicu kekhawatiran investor terhadap kinerja dan reputasi Boeing.
Boeing 787 Dreamliner yang jatuh diketahui sedang menuju Bandara Gatwick, London.
Kecelakaan tersebut langsung menjadi sorotan karena merupakan insiden fatal pertama yang melibatkan tipe pesawat ini sejak diperkenalkan ke pasar global pada 2009.
Sejak peristiwa mengerikan itu, Boeing hanya mengeluarkan pernyataan singkat bahwa mereka sedang "mengumpulkan lebih banyak informasi" terkait kecelakaan.
Tak ada keterangan resmi mengenai potensi cacat teknis, namun ketidakpastian ini cukup memicu aksi jual saham oleh investor.
Menurut Aviation Safety Network, Boeing 787 adalah pesawat berbadan lebar bermesin ganda dengan catatan keselamatan tinggi.
Namun, satu insiden fatal dapat berdampak besar terhadap persepsi risiko, apalagi untuk pesawat yang digunakan dalam penerbangan jarak jauh internasional.
Analis penerbangan John M. Cox menambahkan, pemulihan reputasi dan kepercayaan investor akan bergantung pada hasil investigasi yang sedang berlangsung.
“Data dari perekam penerbangan akan menjadi kunci untuk menentukan penyebab insiden ini,” ujarnya.
Lebih dari 1.000 unit Boeing 787 telah digunakan oleh berbagai maskapai di dunia.
Namun kecelakaan ini dikhawatirkan akan berdampak luas, tak hanya pada saham Boeing tetapi juga terhadap pesanan baru dan operasional pesawat serupa di maskapai lain.
Ketua Air India, Natarajan Chandrasekaran, menyampaikan belasungkawa dan menekankan bahwa fokus utama perusahaan adalah mendukung keluarga korban.
Simpatinya, pihak maskapai pun juga membuka pusat informasi dan bantuan untuk publik.
Tragedi ini terjadi tepatnya di jantung kota Ahmedabad, kawasan padat penduduk berisi lebih dari 5 juta jiwa.
Kepulan asap hitam membumbung dari lokasi kecelakaan, dengan bangkai pesawat yang terbakar berat menimbulkan kepanikan warga dan korban jiwa massal.
Duka mendalam datang dari berbagai penjuru dunia, hingga Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut insiden ini sebagai "pemandangan yang memilukan", mengingat banyak penumpang berasal dari Inggris. (okta)
Editor : Riana M.