Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah derasnya arus tren musik global yang berubah tiap minggu, ada satu genre lokal yang justru makin naik daun: Pop Kreatif.
Musik yang dulu hits banget di era 80-an ini sekarang ramai dibicarakan lagi.
Diputar, di-remix, bahkan jadi inspirasi musisi muda zaman now. Kok bisa ya?
Pop Kreatif Itu Apa Sih?
Pop Kreatif adalah genre musik pop Indonesia yang berkembang di akhir 70-an sampai awal 90-an.
Ciri khasnya? Aransemen yang rumit, warna musik kaya, dan sentuhan jazz, funk, disco, hingga soft rock.
Pokoknya bukan sekadar musik cinta biasa tapi musik yang niat banget secara musikal!
Nama-nama legendaris seperti Fariz RM, Chrisye, Vina Panduwinata, Utha Likumahuwa, sampai Candra Darusman adalah raja dan ratu dari era ini
Lagu-lagu mereka nggak cuma enak didengar, tapi juga artistik dan “berjiwa”.
Musik Lawas, Gaya Baru Ngetren Lagi!
Kembalinya Pop Kreatif bukan kebetulan.
Sejak pertengahan 2010-an, banyak anak muda menemukan genre ini lewat YouTube, Spotify, sampai TikTok.
Awalnya mungkin gara-gara nyasar ke lagu Jepang City Pop seperti Plastic Love, lalu penasaran,
“Indonesia punya nggak sih yang kayak gini?”
Eh, ketemulah Sakura dari Fariz RM dan playlist Indonesian City Pop.
Dan ternyata, vibe retro ini cocok banget sama selera visual dan musikal Gen Z dan milenial.
Jadilah Pop Kreatif kembali naik ke permukaan, bukan cuma buat nostalgia, tapi juga sebagai bentuk ekspresi baru.
Musisi Kekinian yang Bikin Pop Kreatif Hidup Lagi
Banyak musisi zaman sekarang yang ngebawa semangat Pop Kreatif ke karya mereka.
Beberapa nama yang wajib kamu tahu:
- Diskoria: Duo DJ ini sukses bikin Pop Kreatif kembali ke lantai dansa lewat Serenata Jiwa Lara, bareng Laleilmanino dan Dian Sastro!
- Vira Talisa: Suara manis dan nuansa vintage yang classy, cocok buat healing sambil minum teh.
- Mondo Gascaro: Musik sinematik, retro, dan bikin kamu pengen naik mobil tua sambil melamun.
- Aya Anjani, Kurosuke, Ikkubaru: Generasi baru yang memperkaya spektrum Pop Kreatif dengan sentuhan modern tapi tetap klasik.
Teknologi & Sosmed: Duo Pemicu Kebangkitan
Digitalisasi jelas berperan besar.
Lagu-lagu lama yang dulu cuma bisa didengar lewat kaset sekarang hadir di Spotify, YouTube, bahkan versi remaster digital dan vinyl.
Ditambah lagi, TikTok dan Reels jadi panggung baru buat lagu-lagu retro ini dikenal generasi baru.
Lengkap dengan aesthetic visual 80-an yang “ngena” banget.
Baca Juga: Fariz RM: Legenda Hidup yang Mengubah Lanskap Musik Pop Indonesia
Kenapa Pop Kreatif Disukai Lagi?
1. Visual Retro = Aesthetic!
Desain album, gaya video klip, dan suara synth bikin anak muda bilang, “ini vibe banget!”
2. Musiknya Hangat dan Organik
Berbeda dari musik modern yang serba digital, Pop Kreatif punya rasa lebih “manusiawi”, penuh emosi, dan nyaman di kuping.
3. Efek Nostalgia + Kualitas
Buat generasi lebih tua, ini musik masa muda. Buat generasi muda, ini pengalaman baru yang unik dan berkualitas.
Baca Juga: 20 Years of Java Jazz! Tribute Titiek Puspa Bikin Haru, Sing a Long Bareng Musisi Top Tanah Air!
Lagu-Lagu Rekomendasi Buat Masuk Playlist-mu
- Serenata Jiwa Lara – Diskoria ft. Dian Sastro
- Dunia yang Ternoda – Vira Talisa
- Dan Bila – Mondo Gascaro
- Sakura – Fariz RM
- Kisah Insani – Candra Darusman
Pop Kreatif Itu Bukti Musik Bagus Nggak Pernah Usang
Di era serba cepat dan instan ini, justru musik seperti Pop Kreatif yang kembali dicari.
Musik yang dibuat dengan hati, diaransemen dengan detail, disajikan dengan rasa.
Genre ini bukan sekadar nostalgia, tapi bentuk apresiasi baru dari generasi masa kini terhadap musik Indonesia yang berkualitas.
Siapa tahu setelah baca ini, kamu langsung ngulik lagu-lagu Pop Kreatif atau bahkan bikin lagu sendiri dengan semangat retro? (fin)
Editor : AA Arsyadani