Jawa Pos Radar Lawu - Vespa PTS adalah salah satu model Vespa klasik yang memiliki tempat istimewa di hati penggemar skuter lawas di Indonesia.
Dikenal sebagai Vespa mungil dengan performa gesit, PTS tetap diburu kolektor meskipun usianya sudah lebih dari 30 tahun.
Skuter ini tidak hanya menarik karena bentuknya yang kecil dan ringan, tapi juga karena statusnya sebagai Vespa 2-tak legendaris yang khusus dipasarkan di Asia Tenggara.
Model ini pertama kali hadir pada era 1980-an dan dirakit oleh PT Danmotor Indonesia—agen resmi Vespa kala itu.
Menurut komunitas Vespa Indonesia yang dikutip dalam dokumentasi Vespa Club Indonesia dan arsip forum skuter klasik lokal, PTS merupakan singkatan dari “Piccolo Turismo Speciale” alias skuter turis kecil yang dibuat khusus untuk kebutuhan berkendara harian di kawasan tropis.
Mesinnya 150 cc 2-tak dengan pendingin udara, cukup kencang dan tangguh untuk kelasnya.
Salah satu daya tarik utama PTS adalah bobotnya yang ringan.
Dengan berat sekitar 80 kg, Vespa PTS mudah dikendalikan oleh siapa saja, termasuk pemula atau pengguna perempuan.
Ukuran bodinya lebih kecil dibanding Vespa Super maupun PX, membuatnya ideal untuk penggunaan di jalanan sempit atau lalu lintas kota yang padat.
Komunitas Vespa Gembel bahkan menyebut PTS sebagai model favorit untuk modifikasi karena fleksibel dan minim komponen elektrik.
Dari sisi desain, Vespa PTS mengusung garis-garis bodi klasik Vespa dengan lampu depan bulat, bodi monokok khas Vespa, dan pelek kecil berdiameter 8 inci.
Mesinnya masih menggunakan sistem pengapian platina, namun beberapa pemilik telah mengganti sistem ini dengan CDI aftermarket demi efisiensi.
Tangki bensinnya kecil, tapi cukup untuk perjalanan harian. Dan karena masih menganut sistem karburator, skuter ini sangat mudah diperbaiki dengan alat sederhana.
Meski bukan Vespa dengan performa tertinggi, Vespa PTS terkenal awet dan irit.
Kecepatan maksimumnya sekitar 90 km/jam, dengan suara mesin 2-tak yang khas.
Dalam situs ScooterHelp, disebutkan bahwa PTS memiliki karakter mesin yang stabil dan cocok untuk digunakan jarak menengah dengan perawatan yang rutin.
Hingga hari ini, PTS masih sering terlihat di berbagai acara komunitas Vespa, baik dalam bentuk orisinal maupun versi gembel. Harga pasarnya pun terus merangkak naik.
Menurut pengamatan dari forum jual beli Vespa klasik di Indonesia, unit Vespa PTS dalam kondisi standar bisa dihargai antara Rp 10 juta hingga Rp 18 juta tergantung orisinalitas dan kelengkapan dokumen.
Jadi, jika kamu melihat skuter mungil bersuara cempreng namun tetap melaju gagah di jalan, bisa jadi itu Vespa PTS.
Kecil, klasik, tapi tetap tangguh—itulah alasan kenapa PTS tak lekang oleh zaman. (gar)
Editor : Tegar Rukmana