Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Makin Tua Makin Kekanakan! Ini Penjelasan Psikologi tentang Tanda-tanda Pasangan Alami Puber Kedua

Saestu Saget • Senin, 2 Juni 2025 | 16:06 WIB
Penjelasan psikologis tentang puber kedua
Penjelasan psikologis tentang puber kedua

Jawa Pos Radar Lawu – Tua-tua keladi, makin tua makin kekanakan. Mungkin sedang mengalami puber kedua simak penjelasan menurut psikologi sebagai berikut.

Tua adalah saat di mana manusia menjadi lebih bijaksana dan tenang. Sayangnya, mereka yang mengalami puber kedua semakin tua justru semakin kekanakan.

Para ahli menyebut puber kedua sebagai midlelife crisis.

Mengutip dari laman hellosehat, Midlife crisis merupakan transisi yang terjadi saat seseorang memasuki usia paruh baya.

Fase ini banyak dialami oleh seseorang yang sudah melewati usia produktifnya dan merasa kembali muda.

Sudah bukan umurnya tapi ada sisi emosional di dalam diri yang mendorong mereka berperilaku “agak lain” dibanding orang tua pada umumnya.

Berikut tanda-tanda puber kedua yang terjadi pada pria dan wanita.

Tanda Puber Kedua Pria:

Umur 40-50 tahun adalah fase menjelang berakhirnya usia produktif

Di umur-umur segitu, pekerjaan akan berkurang. Entah karena tubuh yang melamban atau bagian-bagian pekerjaan yang digantikan dengan yang lebih muda.

Namun dari sinilah masalah timbul. Bukannya merasa dimudahkan, para pria justru merasa kehilangan peran.

Dia merasa dunia pelan-pelan mulai tidak membutuhkannya lagi. Dan kenyataan barusan terasa menyakitkan.

Baca Juga: 6 Detergen Cair yang Ampuh Usir Noda Membandel, Nomor 4 Favorit Emak-emak Sejak Lama!

Berikut beberapa tanda puber kedua pada pria lainnya.

  1. Merasa Minder.

Semua orang setuju manusia dibekali usia yang “tidak selamanya”. Meski begitu, perasaan minder tetap timbul kala usia senja.

Pria merasa dikesampingkan. Ia sudah tidak seproduktif dan semampu dulu.

Mereka akan semakin merasa tak berguna ketika melihat posisinya digantikan tenaga kerja yang lebih muda.

  1. Berperilaku dan Berpenampilan Seperti Anak Muda.

Sebagian pria paruh baya 40 tahun ke atas akan berperilaku layaknya anak muda. Mereka jadi “bandel” dalam arti yang lain.

Mulai dari yang sepele mengecat rambut ubannya, sampai yang kronis nongkrong di warung sampai pagi seperti anak muda lainnya.

  1. Bertindak Impulsif.

“Nggak inget umur!”

Kalimat yang sering kita lontarkan saat melihat orang tua paruh baya yang kelewatan. Yang terjadi sebenarnya bukan seperti apa yang kita pikirkan.

Saat tua, hidup mereka semakin terbatasi. Sudah tidak bisa kena angin malam, sudah tidak bisa sembarangan makan, dan masih banyak lagi.

Kondisi di atas menghadirkan stres dalam skala besar. Untuk melawannya, seorang pria puber kedua biasanya jadi bertindak impulsif.

Mereka maunya memberontak, entah dengan kerja lembur yang berlebihan, berselingkuh, belanja berlebihan.

Mereka mau memberitahu kalau mereka masih mampu dan masih menarik layaknya masih muda.

Tanda Puber Kedua Wanita:

Beda dengan pria, wanita lekat hubungannya dengan ikatan emosional.

Istri ke suami, ibu ke anak, nenek ke cucu, dan masih banyak lagi yang menunjukkan betapa pentingnya peran emosional wanita.

Saat puber kedua, wanita mulai merasa kehilangan perannya. Beberapa jadi lebih posesif, sampai di tahap sangat bawel dan berlebihan.

Berikut beberapa tanda puber kedua pada wanita lainnya.

  1. Merasa Tidak Puas.

Wanita yang totalitas mengurus orang lain (suami, anak, menantu, cucu) merasa banyak tidak puasnya.

Selain ekspektasinya yang terlalu besar, ia sering tidak punya kesempatan memikirkan dirinya sendiri.

Ketidak puasannya memenuhi diri sendiri lalu termanifestasikan jadi perilaku puber kedua seperti tiba-tiba suka jalan-jalan, suka makan-makan sembarangan layaknya anak muda, sampai dandan berlebihan.

  1. Suka Cari Masalah

Setelah menua hubungan yang terjalin dengan orang terdekat ikut merenggang.

Suami sudah tidak bekerja, anak sudah besar-besar, cucu sudah bisa diurus orang tuanya sendiri.

Wanita yang hubungannya terputus lalu suka cari masalah mulai dari yang berat sampai fatal demi mendapatkan perhatian orang terdekatnya lagi.

Seperti remaja ya.

  1. Mengubah Penampilan.

Penampilan di sini bukan hanya dari cara berdandan. Puber kedua yang dialami wanita membuat mereka mengenakan pakaian yang tidak seharusnya orang paruh baya kenakan.

Demi keliatan menarik, meniru anak muda, sampai demi memuaskan hasratnya sendiri yang tidak pernah kesampaian saat masih muda.

Padahal sudah bukan umurnya. Alih-alih terlihat trendy layaknya anak muda. Mereka justru terlihat aneh.

Cara Menghadapi  Puber Kedua Pada Orang Terdekat.

Puber kedua atau yang seding disebut midlelife crisis adalah fenomena yang wajar terjadi. Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada masanya manusia ingin tetap eksis tanpa melihat usia.

Namun jika orang terdekat kamu sedang ada di fase ini. Kamu bisa menggunakan cara seperti memperlakukan anak muda lainnya.

Beri mereka perhatian, ajak/libatkan mereka di beberapa kesempatan, ingatkan mereka kalau mereka masih berarti dan dihargai sebagai panutan.

Sehingga perasaan yang timbul saat usia semakin senja tidak membuat mereka kehilangan eksistensi dan peran. (*)

Editor : Riana M.
#Puber #ciri #puber kedua #psikologi #Tanda-tanda #orang tua