Jawa Pos Radar Lawu – Hubungan awet dan bahagia adalah idaman semua orang. Tapi tidak banyak orang tahu bagaimana mengarahkan hubungan. Berikut 7 tips sederhana untuk kalian.
Masuk ke dalam sebuah hubungan yang serius kerap mengubah seseorang.
Ada yang menjadi posesif, ada yang memaksa pasangan jadi apa yang dia mau, ada yang mau menangnya sendiri.
Hubungan yang dijalani jadi tegang dan terasa penuh beban.
Mengutip dan fimela, berikut 7 tips sederhana agar hubungan awet dan bahagia.
1. Jangan Buru-buru Cari Solusi, Bangun Pengertian Masalahnya Dulu
Di dalam sebuah hubungan, konflik yang ditemui semakin beragam. Beberapa konflik bahkan baru sekali itu kita temui seumur hidup, sehingga seringkali kita gagap mencari solusi.
Niat hati mencari solusi secepatnya, kita atau pasangan justru berakhir memperkeruh keadaan.
Pertama, pahami dulu kalau tidak semua masalah punya solusi sekarang. Kadang yang dibutuhkan segera bukan jawaban melainkan jeda waktu sesaat lebih lama.
Jeda untuk berpikir jernih, mengerti akar masalahnya lebih dulu. Jeda untuk mencerna pelan-pelan apa yang sebenarnya terjadi.
Keadaan inilah yang akan membentuk pasangan lebih awet dan matang.
Solusi bisa datang dari mana saja. Namun sikap saling pengertian, hanya bisa saling diusahakan oleh masing-masing pasangan.
2. Merayakan Kebahagiaan Kecil jadi Istimewa
Hubungan yang langgeng bukan dibangun dari banyak perayaaan besar. Justru, hubungan yang awet dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang berarti besar.
Kita sebagai manusia pasti ingin dirayakan setiap hari. Tidak harus meraih pencapaian hebat, atau harus memberikan hadiah setiap hari.
Kita selalu ingin dirayakan meski dalam keadaan yang biasa-biasa saja. Hubungan yang demikian akan menciptakan rasa aman dan nyaman untuk pasangan.
Mulailah dari hal kecil seperti minta tolong, maaf, dan terima kasih.
Momen-momen yang tercipta di antara kalian akan semakin berharga.
3. Memberi Ruang jadi Diri Sendiri
Hubungan selalu perihal dua kepala yang dijadikan satu. Tanp kontrol, tanpa standar tetap.
Seiring berjalannya waktu, kenyataan ini menuntut pasangan menjadi “orang lain” demi ekspektasi pasangan.
Padahal memaksakan pasangan seperti apa yang kita mau bukanlah hal yang baik. Agar hubungan awet dan bahagia, setiap individu harus diterima apa adanya.
Sikap membiarkan pasangan menjadi dirinya sendiri juga bisa jadi boomerang. Seseorang bisa jadi egois saat dibebaskan.
Cara terbaiknya lewat perlakuan.
Perlakukan pasangan seperti apa yang dia ingin diperlakukan. Jalin komunikasi bersama. Cipatakan rumah sebagai tempat pulang paling nyaman.
4. Nggak Rebutan Jadi yang Paling Benar
Kesalahan paling merusak dalam hubungan adalah merasa selalu benar. Tidak ada hubungan yang berjalan tanpa masalah, dan masalah kerap berujung perdebatan.
Sebagai pasangan, ada kalanya kita merasa jadi korban. Kita menuntut pasangan kita mengerti. Ujung-ujungnya merasa paling benar.
Agar hubungan awet dan bahagia sikap ini perlu dikesampingkan. Ada kalanya tahu kapan mengalah adalah kemenangan yang sebenarnya.
Perlu diingat, hubungan yang dijalani bukanlah sebuah kompetisi. Harga diri kita tidak lebih penting daripada mempertahankan hubungan itu sendiri.
5. Pertahankan Perhatian-perhatian Kecil
Seperti yang sudah dibahas di awal. Hubungan yang sehat bukan dibangun dari perayaan-perayaan besar.
Hubungan yang sehat justru datang dari perhatian-perhatian kecil yang konsisten.
Perlakuan seperti pelukan, gandengan tangan, atau ucapan selamat pagi, lebih bisa menunjukkan betapa berharganya pasangan dan hubungan yang tengah kita jalani.
6. Jangan Menghitung Kesalahan Pasangan
Terus menghitung kesalahan pasangan tak akan membuat mereka sadar. Justru sebaliknya, pasangan akan merasa apapun kebaikan yang ia lakukan tak ada gunanya.
“Buat apa berbuat baik kalau yang dia ingat cuma kesalahanku?”
Setiap orang berhak melakukan kesalahan.
Hubungan yang awet dan bahagia dibangun dari dua orang yang bersedia saling memaafkan sepanjang hubungan berjalan.
7. Jadi Pendengar yang Baik.
Mendengarkan bukan berarti hanya diam saat pasangan bicara. Jadi pendengar yang baik berarti sepenuhnya hadir untuk pasangan kita.
Mendengar adalah bentuk kasih sayang paling jelas. Pasangan merasa dihargai, mesasa ditemani dan divalidasi perasaannya.
Saat seseorang tahu punya orang setia yang mendengarkan. Mereka bisa jadi pribadi yang lebih percaya diri. Pasangan bisa menjadi orang yang terus dibutuhkan pasangan.
Sampai hubungan kalian awet dan terus bahagia. (kid)
Editor : Nur Wachid