Jawa Pos Radar Lawu - Skuter retro 125 cc seperti Peugeot Django, Vespa LX, dan Lambretta V125 Special bukan cuma menawarkan gaya klasik, tapi juga performa yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Meski masuk kategori skuter harian, masing-masing punya karakter mesin yang berbeda—mulai dari tenaga puncak hingga torsi maksimal.
Jadi, mana yang paling bertenaga?
Menurut data spesifikasi resmi dari ZigWheels, Peugeot Django 125 dibekali mesin 125 cc satu silinder, 4-tak, dengan output tenaga maksimum 11,5 PS pada 8.000 rpm dan torsi puncak 11,2 Nm pada 6.000 rpm.
Angka ini menjadikan Django sebagai skuter dengan output tertinggi di antara ketiga model, cocok untuk pengendara yang menginginkan tenaga lebih saat akselerasi maupun di tanjakan.
Sementara itu, Vespa LX 125 menawarkan performa yang sedikit lebih rendah, namun tetap stabil untuk pemakaian harian.
Berdasarkan informasi dari Hindustan Times Auto, skuter ikonik dari Italia ini menghasilkan tenaga 9,92 PS pada 7.500 rpm dan torsi 9,6 Nm pada 5.500 rpm.
Karakter mesin Vespa dikenal halus dan cocok untuk lalu lintas perkotaan yang padat, dengan putaran bawah yang responsif namun tetap hemat bahan bakar.
Sedangkan Lambretta V125 Special berada di tengah-tengah dari sisi tenaga.
Berdasarkan spesifikasi resmi dari ZigWheels, skuter ini memiliki output 10,19 PS pada 8.500 rpm dan torsi 9,2 Nm pada 7.000 rpm.
Mesin Lambretta cukup stabil di kecepatan menengah, namun belum sekuat Peugeot Django jika dibandingkan secara angka tenaga dan torsi.
Jika dibandingkan secara menyeluruh, Peugeot Django 125 unggul dari sisi performa murni—baik tenaga maupun torsi.
Vespa LX 125 menyuguhkan pengalaman berkendara yang smooth dan efisien, sedangkan Lambretta V125 hadir sebagai opsi di tengah, menyajikan kombinasi desain klasik dengan performa yang cukup untuk kebutuhan dalam kota. (gar)
Editor : Tegar Rukmana