Jawa Pos Radar Lawu - Di Indonesia, nama Vespa seolah menjadi ikon utama ketika membicarakan skuter bergaya retro.
Meski hadir dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan kompetitornya, seperti Lambretta V125 Special, Vespa tetap jadi pilihan mayoritas pencinta skuter gaya hidup.
Padahal, menurut data dari Oto.com, Lambretta V125 hanya dibanderol Rp 44,5 juta, jauh lebih murah dari Vespa Primavera 150 i-Get ABS yang dijual mulai Rp 54 juta hingga Rp 56 jutaan.
Lalu, kenapa banyak orang tetap memilih Vespa?
1. Merek Lebih Familiar Sejak Dulu
Vespa hadir secara konsisten di pasar Indonesia sejak era 1960-an, bahkan menjadi bagian dari budaya pop.
Dikutip dari vespa.com, brand ini telah membentuk komunitas kuat dan identitas gaya hidup, menjadikannya pilihan sentimental bagi banyak orang.
2. Dukungan Bengkel dan Suku Cadang Lebih Luas
Salah satu keunggulan Vespa adalah jaringannya yang merata di seluruh Indonesia.
Dari bengkel resmi hingga sparepart aftermarket, semuanya tersedia dengan mudah, berbeda dengan Lambretta yang baru kembali ke pasar sejak 2019.
3. Nilai Jual Kembali Cenderung Stabil
Vespa dikenal memiliki resale value yang tinggi, terutama untuk model-model seperti Sprint dan Primavera.
Berdasarkan pengamatan harga di situs jual beli motor bekas, skuter Vespa tahun lama masih diminati, sementara Lambretta belum memiliki rekam jejak yang cukup panjang.
4. Pilihan Varian dan Warna Lebih Banyak
Vespa menawarkan banyak varian dengan spek dan gaya berbeda, dari LX, S, Primavera, hingga Sprint.
Lambretta di sisi lain saat ini baru punya dua model utama: V125 dan V200.
5. Citra Premium yang Sudah Terbentuk
Meskipun performanya tak selalu superior, Vespa mengemas produknya sebagai lifestyle scooter.
Hal ini diperkuat dengan kehadiran butik resmi Vespa dan kolaborasi dengan merek fesyen global seperti Dior.
6. Komunitas yang Besar dan Aktif
Komunitas Vespa sangat aktif di seluruh Indonesia.
Hampir setiap akhir pekan ada gathering, sunmori, hingga turing lintas pulau. Hal ini tentu menarik bagi pengguna yang ingin punya kehidupan sosial berbasis hobi.
7. Ketersediaan Fitur Tambahan seperti ABS dan i-Get
Vespa Primavera sudah dilengkapi sistem pengereman ABS dan mesin i-Get yang diklaim lebih halus dan efisien.
Sedangkan Lambretta V125 masih menggunakan sistem CBS (Combi Brake System) dan mesin SOHC biasa.
8. Jaringan Dealer Resmi Lebih Merata
Menurut vespa.co.id, Vespa memiliki lebih dari 40 dealer resmi di seluruh Indonesia.
Lambretta, melalui Benelli Motor Indonesia, masih terbatas hanya di kota-kota besar.
9. Jadi Simbol Status Sosial Urban
Bagi sebagian orang, Vespa bukan sekadar kendaraan, melainkan simbol kelas sosial. Riding pakai Vespa dianggap lebih “naik kelas” dan fashionable, terutama di kalangan profesional muda.
10. Karena Sudah Terlanjur Cinta
Alasan paling klasik: karena suka.
Meski harga lebih mahal dan perawatan lebih kompleks, banyak pengguna Vespa mengaku sudah terlanjur cinta.
Dan seperti kata banyak vespisti, “Kalau udah suka, harga dan servis itu urusan belakangan.”
Lambretta sebenarnya punya banyak potensi: desain lebih tajam, harga lebih terjangkau, dan karakter retro yang kuat.
Namun, dominasi Vespa di Indonesia bukan semata soal fitur atau spesifikasi.
Ini soal warisan sejarah, komunitas, dan persepsi yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Maka jangan heran jika orang tetap memilih Vespa—meskipun Lambretta bisa memberikan value lebih besar dengan harga lebih ringan. (gar)
Editor : Tegar Rukmana