Jawa Pos Radar Lawu - Lagu "Mangu" dari Fourtwnty mendadak kembali viral di berbagai platform media sosial, terutama TikTok, sejak awal 2025. Padahal, lagu ini sudah dirilis sejak 20 April 2022.
Fenomena ini menarik perhatian publik karena terjadi bersamaan dengan pengumuman hiatus Fourtwnty dari panggung hiburan.
Ironis namun puitis ketika band-nya memilih diam, lagunya justru bersuara lantang di ruang digital. Fenomena ini memicu pertanyaan besar: kenapa lagu Mangu bisa viral kembali sekarang?
Makna Mangu: Lagu Lama yang Bangkit di Momen Sunyi
Baca Juga: Tragedi Ledakan Amunisi Garut: 13 Nyawa Melayang, Komnas HAM Bongkar Dugaan Kelalaian Fatal TNI
"Mangu" berasal dari bahasa Jawa yang berarti merenung dalam keheningan dan makna itu pula yang membuat lagu ini terasa begitu dekat dengan banyak orang di era penuh tekanan saat ini.
Vokalis Ari Lesmana menulis lagu ini sebagai bentuk penghormatan kepada sahabat dekatnya, membuat liriknya begitu personal dan reflektif.
Suara khas Charita Utami yang menjadi kolaborator dalam lagu ini semakin memperdalam suasana batin yang ingin disampaikan.
Lagu ini bukan hanya sekadar enak didengar, tapi menjadi ruang batin baru bagi mereka yang sedang mencari jeda dari dunia.
Hiatus yang Menghidupkan Karya
Pada (28/02/2025), melalui akun resmi @fourtwntymusic, band ini mengumumkan hiatus dari dunia hiburan tanpa alasan khusus selain kebutuhan pribadi.
Ari Lesmana bersama lima anggota lainnya yakni Andi Armand, Nuwi, Ryan Maulana, Roots, dan Primandha Ridho—sepakat untuk mengambil waktu rehat.
Penampilan terakhir mereka digelar dalam ajang Big Bang Festival 2024 di Jakarta.
Uniknya, di saat para personel menyepi, lagu "Mangu" justru meledak di media sosial, menjadikannya simbol kehadiran dalam ketidakhadiran.
Inilah bukti bahwa karya yang kuat tak butuh panggung megah untuk hidup.
Ari Lesmana: “Lucu Juga, Band-nya Vakum, Lagunya Viral”
Dalam podcast Rockaroma ID bersama Praz Teguh, Ari Lesmana merespons viralnya lagu ini dengan santai dan penuh tawa.
“Band-nya istirahat, lagunya meledak. Lucu nggak sih?” kata Praz yang langsung disambut gelak Ari.
Ari pun menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendengar yang tetap setia dan bahkan membawa lagu “Mangu” menjadi populer kembali.
Ungkapan tulus itu semakin memperjelas bahwa Fourtwnty bukan hanya sekadar band, tapi sumber ketenangan dan refleksi di tengah hiruk-pikuk dunia modern.
Fourtwnty yang dikenal luas sejak merilis lagu “Zona Nyaman” dalam album Ego & Fungsi Otak (2018).
Lagu-lagu mereka yang bernuansa folk dengan lirik puitis menjadikan Fourtwnty ikon musik kontemplatif Indonesia.
“Mangu” menjadi tonggak lanjutan dari warisan itu, dimana makna lagu yang tidak sekadar disukai, tapi dirasakan. Lagu ini menyatukan keresahan banyak orang dalam satu suara yang menenangkan.
Mangu: Ketika Musik Menemukan Jalannya Sendiri
Melejitnya “Mangu” di tengah vakumnya Fourtwnty menjadi bukti bahwa musik yang jujur akan selalu menemukan jalannya sendiri.
Di era digital yang cepat dan riuh, lagu ini justru menjadi tempat pelarian yang sunyi dan mendalam.
Banyak pengguna media sosial menjadikan “Mangu” sebagai soundtrack konten bertema refleksi diri, healing, dan pencarian makna hidup.
Musik ini tidak hadir untuk ramai-ramai saja, tapi untuk menyentuh dan menemani jiwa dalam diam.
Fenomena lagu “Mangu” menjadi pengingat bahwa kekuatan musik bukan hanya di suara, tapi di rasa yang dibawanya. Dan Fourtwnty, dengan segala kesederhanaannya, telah berhasil menanamkan itu di benak pendengarnya. (okta)
Editor : Riana M.