Jawa Pos Radar Lawu – Sebuah video di TikTok yang diunggah oleh akun @naaradiaries sukses mencuri perhatian publik.
Dalam video tersebut, pemilik akun yang merupakan seorang guru Indonesia membagikan pengalaman unik dan menginspirasi saat mengajar di Jepang.
Cerita tentang budaya kerja dan disiplin di sekolah Jepang itu sontak menuai decak kagum warganet Indonesia.
Dengan latar belakang sebagai guru asing di Negeri Sakura, Naaradiaries membagikan sejumlah culture shock yang ia alami selama bekerja.
Salah satu yang paling mengejutkan adalah pemandangan tak biasa: kepala sekolah yang setiap pagi mengepel seluruh gedung sekolah sebelum jam pelajaran dimulai.
“Bukan cuma simbolis, tapi beneran ngepel satu gedung sambil ngawasin kegiatan belajar di kelas,” ujar Naaradiaries dalam videonya.
Kedisiplinan tampak menjadi pondasi utama dalam dunia pendidikan Jepang. Pelajaran dimulai tepat waktu, dan ada aturan ketat bagi para guru—terutama soal penggunaan ponsel.
“Main HP di depan murid itu big no, kecuali bener-bener urusan penting banget,” lanjutnya.
Naaradiaries juga mengungkap hal menarik lain, yakni status dan sebutan yang diberikan masyarakat Jepang terhadap profesi guru.
Guru, seperti halnya dokter, dipanggil dengan sebutan “sensei” yang menandakan kehormatan dan rasa hormat yang tinggi terhadap profesi pendidik.
Jam istirahat di sekolah Jepang juga menjadi sorotan. Guru diberikan waktu istirahat selama satu jam penuh—sebuah kemewahan yang jarang ditemui di lingkungan sekolah Indonesia, di mana guru kerap tak sempat beristirahat karena padatnya tugas.
Namun yang paling menyentuh adalah ketika Naaradiaries menerima ratusan surat cinta—bukan dalam makna romantis, tetapi berupa ucapan terima kasih dari murid-murid yang ia ajar.
“Suratnya lucu-lucu, penuh warna dan ungkapan tulus. Saya sampai nangis bacanya,” ujarnya dengan penuh haru.
Menariknya, para guru asing seperti dirinya juga diberi perlakuan adil dan profesional: bekerja maksimal delapan jam tanpa lembur. Kebijakan ini membuat para pengajar bisa fokus saat mengajar dan tetap memiliki waktu untuk istirahat serta kehidupan pribadi.
Video ini viral di TikTok dan telah disukai lebih dari 53,5 ribu pengguna, dengan 755,9 ribu penayangan dalam waktu singkat. Kolom komentar pun dibanjiri reaksi netizen yang kebanyakan merasa kagum dan iri dengan sistem pendidikan Jepang yang dianggap sangat manusiawi dan disiplin.
Komentar Netizen:
“Kepala sekolah ngepel??? Di sini guru suruh nyapu aja bisa viral duluan!”
“Hormati sensei, baru bisa lahir generasi beradab. Jepang memang beda!”
“Main HP di depan murid no? Di sini HP murid aja suka dicuekin padahal udah scrolling TikTok…”
“Kapan ya guru di Indonesia bisa kerja 8 jam tanpa lembur dan dihargai begini?”
“Salut! Surat cinta dari murid itu bukti bahwa pendidikan di Jepang bukan cuma soal akademik, tapi juga soal hati.”
Kisah dari Naaradiaries ini bukan hanya membuka mata tentang bagaimana pendidikan diterapkan di Jepang, tetapi juga menjadi refleksi tentang perlakuan dan penghargaan terhadap profesi guru di Indonesia.
Di tengah tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, cerita seperti ini memberi harapan dan inspirasi bagi banyak orang. (kid)
Editor : Nur Wachid