Jawa Pos Radar Lawu - Di balik megahnya pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier yang digelar di COMO Shambhala Estate, Ubud, Bali, ada satu hal yang membuat mata para tamu dan warganet ikut terpukau: penampilan para bridesmaid.
Dengan balutan gaun berwarna senada yang lembut, para sahabat dekat Luna tampil elegan tanpa mencuri perhatian dari sang pengantin.
Alih-alih memakai busana mencolok, bridesmaid Luna memilih gaya minimalis yang feminin dan adem di mata. Hijau pastel.
Para bridesmaid tampil dengan mengenakan kebaya modern bernuansa Jawa karya desainer lokal Fadlan Indonesia.
Model kebaya tersebut secara khusus didesain untuk menyesuaikan nuansa tradisional dan modern dalam satu busana yang anggun dan proporsional.
Kebaya tersebut memiliki potongan yang lembut dan jatuh mengikuti siluet tubuh, dengan tambahan aksen bordir halus serta padanan kain batik yang elegan, menciptakan tampilan yang tetap sopan namun tidak kehilangan sentuhan glamor di tengah suasana sakral.
Detail dari kebaya ini memperlihatkan dedikasi tinggi terhadap estetika dan kearifan lokal, di mana setiap bridesmaid mengenakan potongan yang senada namun tetap disesuaikan dengan proporsi tubuh masing-masing, menciptakan harmoni dalam keberagaman.
Elegan Tapi Tetap Rendah Hati: Gaya Bridesmaid yang Panen Pujian
Bridesmaid dalam pernikahan ini adalah para sahabat selebritas Luna, seperti Ayu Dewi, Melaney Ricardo, hingga Mariana Renata.
Meskipun mereka dikenal dengan gaya yang berani dan fashionable, mereka tampil seragam dan sama rata dari segi desain gaun, memberikan kesan solidaritas dan kekompakan tanpa unsur kompetisi gaya.
Netizen ramai memuji penampilan mereka, terutama karena tidak ada yang berusaha ‘mencuri panggung’ dari Luna.
Ini dianggap langka di kalangan selebritas yang biasanya tampil maksimal dalam tiap kesempatan.
Komentar warganet pun membanjiri media sosial:
• “Bridesmaid-nya cakep-cakep tapi tetap kalem, nggak norak, nggak saingan sama pengantin.”
• “Warna bajunya adem banget, tone-nya cantik banget buat pernikahan outdoor!”
• “Gaya elegan tapi nggak lebay. Ini baru bridesmaid yang tahu tempat dan momen.”
Konsep Busana yang Serasi dan Terintegrasi dengan Tema
Dalam pernikahan yang berlangsung selama dua hari, busana bridesmaid tetap konsisten dalam palet warna dan vibe.
Potongan gaun panjang dengan bahan flowy yang ringan tampak menyatu dengan alam terbuka, pepohonan rindang, dan elemen anyaman bambu yang mendominasi dekorasi venue.
Salah satu sumber menyebut bahwa Luna dan tim stylist-nya memang merancang setiap detail termasuk seragam bridesmaid agar tidak hanya tampil cantik, tetapi juga selaras secara visual dengan nuansa Bali yang natural dan klasik.
Apa Rahasianya? Bridesmaid yang ‘Paham Peran’
Selain pemilihan warna dan potongan, yang membuat gaya para bridesmaid ini terasa menonjol adalah sikap mereka.
Tidak ada satu pun yang terlihat berlebihan atau “menyolok.” Mereka tahu bahwa peran mereka adalah melengkapi momen istimewa sang pengantin, bukan bersaing dengannya.
Bahkan, banyak warganet mengaku kagum dengan bagaimana para bridesmaid tampil all out tapi tetap dalam koridor “supporting role.”
Ini menjadi contoh yang baik bahwa elegan itu tidak harus mencolok. Justru dengan keseragaman dan nuansa soft, aura kekompakan dan kesederhanaan menjadi nilai yang jauh lebih indah untuk dikenang.
Bridesmaid Goals, Bukan Hanya Soal Gaun
Pernikahan Luna Maya dan Maxime memberi pelajaran baru dalam dunia bridal fashion: menjadi bridesmaid bukan hanya soal tampil cantik, tapi juga tentang menghargai peran, memahami momen, dan mendukung dengan ketulusan.
Gaun senada yang tidak steal the spotlight, namun tetap fashionable, membuat mereka terlihat sebagai sahabat sejati yang tahu batas dan makna dari sebuah perayaan cinta.
Dan siapa sangka, kadang yang paling mencuri perhatian justru adalah mereka yang paling tahu kapan harus bersinar dan kapan harus mendukung dari belakang. (*)
Editor : Riana M.