Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Semi-Fairing Elegan, Mesin Galak: Inilah Honda CB400 Super Bol d’Or Final Edition yang Jadi Buruan Kolektor!

Tegar Rukmana • Sabtu, 10 Mei 2025 | 17:00 WIB
Honda CB400 Super Bol d’Or: kombinasi desain semi-fairing, mesin 4-silinder, dan teknologi VTEC dalam satu paket klasik-modern.
Honda CB400 Super Bol d’Or: kombinasi desain semi-fairing, mesin 4-silinder, dan teknologi VTEC dalam satu paket klasik-modern.

Jawa Pos Radar Lawu - Bagi penggemar motor klasik dengan sentuhan modern, Honda CB400 Super Bol d’Or bisa jadi pilihan yang tak mudah dilupakan.

Varian ini merupakan versi semi-fairing dari CB400 Super Four, yang hadir pertama kali pada 2005 dan langsung mendapat tempat khusus di hati penggemar motor naked sport retro.

Nama “Bol d’Or” sendiri diambil dari ajang balap ketahanan legendaris asal Prancis, yang menginspirasi Honda dalam menciptakan model ini untuk menyeimbangkan kenyamanan touring dan gaya sporty klasik.

Secara desain, CB400 Super Bol d’Or dibekali dengan fairing setengah (half cowl) yang memberikan perlindungan angin lebih baik di kecepatan tinggi, tanpa menghilangkan kesan naked bike-nya.

Fairing ini juga dilengkapi kompartemen kecil di balik windshield—cukup untuk menyimpan sarung tangan atau dokumen ringan, meski pabrikan mengingatkan untuk tidak meletakkan barang yang sensitif terhadap panas di dalamnya.

Informasi ini dikutip dari ulasan RideApart yang membahas desain dan fitur CB400 edisi pamungkas.

Dari sektor dapur pacu, motor ini mengusung mesin yang sama dengan saudaranya: 399 cc, DOHC, 4-silinder segaris, berpendingin cairan, dengan output tenaga sekitar 53 hp pada 11.000 rpm dan torsi maksimum 40 Nm di 7.500 rpm.

Mesin tersebut dipasangkan dengan transmisi 6-percepatan dan sudah dibekali sistem injeksi PGM-FI serta teknologi Hyper VTEC yang mengatur jumlah katup aktif berdasarkan putaran mesin.

Dalam ulasan teknis yang dipublikasikan oleh MotorcycleSpecs.co.za, teknologi VTEC ini memungkinkan efisiensi bahan bakar di rpm rendah, dan performa optimal di rpm tinggi.

Fitur lain yang membuat Bol d’Or cocok untuk kebutuhan touring adalah kapasitas tangki 18 liter, cukup besar untuk perjalanan jauh.

Posisi duduknya juga ergonomis dengan tinggi jok hanya 755 mm, menjadikannya ramah bagi pengendara dengan postur sedang.

Suspensinya mengandalkan fork teleskopik di depan dan dual shock di belakang dengan swingarm berbahan aluminium.

Sedangkan sistem pengeremannya terdiri dari cakram ganda 4-piston di depan dan cakram tunggal di belakang, semuanya sudah dibekali ABS dua kanal untuk meningkatkan keselamatan.

Di bagian kokpit, CB400 Super Bol d’Or mempertahankan ciri khas analog dengan dua cluster jarum—speedometer dan takometer—serta layar LCD kecil di tengah yang menampilkan info posisi gigi, suhu mesin, dan konsumsi BBM.

Panel ini membuat motor terasa retro namun tetap fungsional, sebuah perpaduan yang jarang ditemukan di motor kelas menengah masa kini.

Tahun 2022 menjadi penanda akhir produksi CB400 Bol d’Or, seiring diberlakukannya regulasi emisi Reiwa 2 di Jepang yang setara dengan standar Euro 5.

Honda merilis Final Edition dalam tiga warna elegan: Candy Chromosphere Red, Atmosphere Blue Metallic, dan Darkness Black Metallic.

Informasi ini dikutip dari NewsBytesApp yang melaporkan peluncuran resmi varian pamungkas tersebut.

Kini, CB400 Super Bol d’Or Final Edition menjadi barang koleksi yang langka dan berharga.

Tidak hanya karena desain dan mesin khasnya, tetapi juga karena statusnya sebagai motor semi-fairing 4-silinder terakhir di kelas 400cc yang dijual secara resmi hanya di Jepang.

Motor ini berhasil menggabungkan estetika retro, performa modern, dan kenyamanan touring dalam satu paket yang sulit digantikan. (gar)

Editor : Tegar Rukmana
#sejarah #Buruan kolektor #klasik #spesifikasi #honda #vtec #cb400