Jawa Pos Radar Lawu - Dua motor bergaya klasik dari dua kutub dunia otomotif kini jadi sorotan di kelas 400cc.
Di satu sisi, ada Honda CB400 Super Four Final Edition, simbol kejayaan mesin 4-silinder dari Jepang yang resmi dihentikan produksinya pada 2022.
Di sisi lain, Triumph Speed 400 hadir sebagai pendatang baru asal Inggris yang mengusung konsep motor retro modern dengan fitur masa kini.
Meski sama-sama tampil klasik, keduanya menyuguhkan pendekatan yang jauh berbeda—baik dari segi teknis maupun karakter berkendara.
CB400 Super Four Final Edition hadir dengan mesin 399 cc DOHC 4-silinder segaris, berpendingin cairan, yang menghasilkan tenaga puncak 53 hp pada 11.000 rpm dan torsi 40,1 Nm di 7.500 rpm.
Mesin ini dilengkapi teknologi VTEC khas Honda yang menjaga efisiensi di putaran rendah namun tetap bertenaga saat rpm tinggi.
Data ini dikutip dari Moto-Data.net, yang mengulas spesifikasi resmi motor edisi pamungkas tersebut.
Motor ini juga mengusung desain retro tulen, mulai dari headlamp bulat, tangki membulat, hingga panel instrumen kombinasi analog-digital.
Sementara itu, Triumph Speed 400 tampil sebagai naked bike modern dengan gaya klasik.
Mengutip Triumph Motorcycles, motor ini dibekali mesin 398 cc 1-silinder DOHC berpendingin cairan yang mampu menghasilkan tenaga 39,5 hp pada 8.000 rpm dan torsi 37,5 Nm pada 6.500 rpm.
Meskipun tidak sehalus CB400 yang memiliki empat silinder, karakter mesin satu silinder membuat Speed 400 lebih padat di torsi menengah dan cocok untuk penggunaan harian.
Bobotnya juga lebih ringan, yakni 170 kg, dibandingkan CB400 yang berbobot 175 kg kering.
Dalam hal fitur, Speed 400 mengungguli CB400 dengan menyematkan teknologi modern seperti kontrol traksi, ABS dual-channel, dan sistem injeksi elektronik Bosch.
Sementara CB400 tetap mempertahankan kesan klasik dengan fitur dasar seperti ABS dan panel analog.
Namun, keunggulan utama CB400 tetap terletak pada sensasi berkendaranya yang halus dan khas 4-silinder, yang semakin langka di kelas menengah.
Dari sisi harga, CB400 Super Four dijual di Jepang dengan harga sekitar ¥847.000 atau setara Rp 104 juta, sebagaimana dilaporkan oleh Moto-Data.net.
Motor ini tidak dipasarkan secara resmi di Indonesia dan hanya tersedia lewat importir umum.
Sebaliknya, Triumph Speed 400 dijual secara global dengan harga sekitar £5.000, atau ±Rp 95 juta, menurut laporan dari Motorcycle News.
Dengan banderol lebih murah dan fitur lebih lengkap, Speed 400 menjadi opsi menarik untuk pengendara muda atau pemula yang menginginkan motor retro modern yang efisien dan mudah dirawat. (gar)
Editor : Tegar Rukmana