Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kalah Kubikasi dengan Royal Enfield Classic 500, Tapi Triumph Speed 400 Menang Tenaga? Ini Faktanya!

Tegar Rukmana • Jumat, 9 Mei 2025 | 16:04 WIB
Triumph Speed 400 dan Royal Enfield Classic 500, dua motor retro beda era—satu agresif, satu santai.
Triumph Speed 400 dan Royal Enfield Classic 500, dua motor retro beda era—satu agresif, satu santai.

Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah tren motor bergaya retro yang kian digemari, dua nama muncul sebagai pilihan menarik di segmen menengah: Triumph Speed 400 dan Royal Enfield Classic 500.

Keduanya tampil dengan aura klasik yang kuat, namun ketika bicara soal tenaga, perbedaan karakter langsung terasa.

Motor baru dari Inggris modern itu datang membawa performa segar, sementara Classic 500 tetap setia pada gaya berkendara santai khas masa lalu.

Triumph Speed 400 mengandalkan mesin 398 cc DOHC satu silinder berpendingin cairan yang menghasilkan tenaga 40 PS pada 8.000 rpm dan torsi 37,5 Nm pada 6.500 rpm.

Data resmi ini dikutip dari situs Triumph Motorcycles.

Konfigurasi DOHC memungkinkan motor ini bekerja optimal di putaran menengah hingga tinggi, cocok untuk pengendara yang mencari akselerasi tajam dan tenaga spontan saat manuver atau touring.

Sementara itu, Royal Enfield Classic 500 hadir dengan pendekatan berbeda.

Motor ini menggunakan mesin 499 cc SOHC satu silinder berpendingin udara, dengan output tenaga 27,2 bhp pada 5.250 rpm dan torsi 41,3 Nm pada 4.000 rpm.

Data tersebut dikonfirmasi melalui dokumen spesifikasi Royal Enfield dan Wikipedia.

Tenaganya lebih kecil dari Speed 400, namun torsi besar yang muncul di rpm rendah membuat motor ini unggul dalam hal kenyamanan dan tenaga awal saat diajak cruising.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa kubikasi besar tidak selalu berarti tenaga lebih besar.

Mesin Speed 400 yang lebih kecil namun lebih modern secara teknis, terbukti mampu menghasilkan tenaga hampir 13 hp lebih tinggi dari Classic 500.

Di sisi lain, Classic 500 justru unggul dari segi torsi dan suara mesin yang ‘berjiwa’—menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta motor klasik sejati.

Karakter kedua motor ini benar-benar mencerminkan filosofinya masing-masing. Speed 400 adalah motor untuk pengendara aktif yang suka performa agresif namun tetap ingin tampil retro.

Classic 500 adalah motor bagi mereka yang ingin menikmati perjalanan perlahan dengan nuansa old-school yang kental.

Triumph Speed 400 juga dilengkapi pendingin cairan dan transmisi 6-percepatan, sedangkan Classic 500 masih menggunakan pendingin udara dan transmisi 5-speed—semua ini memperkuat perbedaan performa di jalan. (gar)

Editor : Tegar Rukmana
#perbandingan #Tenaga #triumph speed 400 #bertenaga #Royal Enfield Classic 500