Jawa Pos Radar Lawu - Dunia motor klasik terus bertransformasi.
Salah satu nama yang kini ramai dibicarakan adalah Triumph Speed 400, motor Inggris yang dirakit di India dengan harga kompetitif.
Banyak yang menyebutnya sebagai penerus cita rasa klasik, namun dengan jiwa modern.
Tak sedikit pula yang membandingkannya dengan Royal Enfield Classic 500, motor legendaris yang pernah menjadi simbol motor retro sejati sebelum produksinya dihentikan pada 2020.
Jika dilihat dari spesifikasi teknis, Triumph Speed 400 unggul dalam banyak aspek.
Dikutip dari laman resmi Triumph Motorcycles, motor ini dibekali mesin 398,15 cc satu silinder DOHC berpendingin cairan, yang mampu menghasilkan tenaga puncak 39,5 hp pada 8.000 rpm dan torsi 37,5 Nm pada 6.500 rpm.
Bobotnya yang hanya 170 kg membuat motor ini lincah dan ringan, cocok untuk pengendara yang menginginkan respons cepat dan handling presisi.
Sebaliknya, Royal Enfield Classic 500 yang pernah berjaya dengan gaya jadulnya hadir dengan mesin 499 cc satu silinder OHV berpendingin udara, menghasilkan 27,2 hp pada 5.250 rpm dan torsi 41,3 Nm pada 4.000 rpm, seperti tercantum dalam dokumen spesifikasi resmi Royal Enfield yang diarsipkan pada laman royalenfield.com.
Meskipun torsinya lebih tinggi, Classic 500 terasa lebih berat dan tidak secepat Speed 400 dalam akselerasi. Bobotnya mencapai 194 kg, menjadikannya lebih cocok untuk cruising santai daripada city ride agresif.
Di sektor fitur, Speed 400 unggul mutlak.
Ia dilengkapi ABS dual-channel, kontrol traksi, ride-by-wire, assist & slipper clutch, dan suspensi depan upside-down 43 mm yang juga digunakan pada motor sport kelas atas.
Dikutip dari BikeWale.com, teknologi ini belum pernah ditemui pada motor retro entry level sebelumnya.
Sementara itu, Classic 500 hanya membawa fitur dasar seperti pengereman cakram depan dan tromol belakang (pada model awal), serta sistem injeksi elektronik tanpa bantuan teknologi kestabilan modern.
Secara desain, keduanya tetap mempertahankan aura klasik.
Namun Classic 500 lebih kental nuansa vintage Inggris era Perang Dunia, lengkap dengan lampu bulat, tangki tinggi, dan knalpot panjang bergaya peashooter.
Speed 400 tampil lebih minimalis dengan balutan modern classic, lebih mendekati karakter Bonneville versi mini.
Royal Enfield Classic 500 memang punya tempat spesial di hati para penggemar motor retro, tetapi secara performa dan teknologi, Speed 400 tampil sebagai “pembunuh senyap” yang siap menggantikan takhta.
Dan yang paling mengejutkan: harga keduanya saat rilis di India hanya terpaut sedikit, sekitar ₹2,33 lakh untuk Speed 400 dan ₹2,12–2,54 lakh untuk Classic 500, berdasarkan catatan dari BikeDekho.com. (gar)
Editor : Tegar Rukmana