Jawa Pos Radar Lawu - Menjelang hari bahagianya bersama sang kekasih, Maxime Bouttier, artis dan model ternama Luna Maya melangsungkan prosesi siraman di Bali pada Selasa (6/5).
Prosesi adat ini menjadi momen sakral yang dipenuhi rasa haru dan cinta dari keluarga serta orang-orang terdekat.
Acara dimulai dengan prosesi sungkeman, di mana Luna Maya bersimpuh di hadapan orang tuanya untuk memohon restu dan ampun atas segala kesalahan yang mungkin telah diperbuat selama hidupnya.
Dengan mata berkaca-kaca, Luna mencium tangan kedua orang tuanya.
Momen yang tak hanya menggetarkan hati para tamu, tetapi juga mengandung makna mendalam tentang penghambaan, kerendahan hati, dan kasih sayang seorang anak kepada orang tua.
Suasana menjadi hening dan penuh haru, seolah seluruh tamu undangan turut merasakan emosi mendalam yang menyelimuti prosesi itu.
Sungkeman menjadi simbol permohonan restu dan pengakuan atas segala kesalahan sebelum memulai babak baru dalam kehidupan.
Siraman: Simbol Penyucian Diri dan Awal Baru
Setelah sungkeman, prosesi dilanjutkan dengan siraman, sebuah ritual adat yang melambangkan penyucian diri lahir dan batin.
Luna Maya mengenakan kebaya putih dengan ronce melati yang menjuntai, duduk bersila di atas tikar pandan sambil menunduk pasrah, menerima air suci yang disiramkan ke tubuhnya.
Air siraman diambil dari tujuh sumber mata air yang telah didoakan, simbol keberkahan yang datang dari berbagai arah.
Orang tua, keluarga terdekat, dan sesepuh secara bergantian menyiramkan air ke tubuh Luna.
Masing-masing dengan doa yang mengharapkan rumah tangga yang kelak dibina diliputi kebahagiaan, kelanggengan, dan kedamaian.
Dalam tradisi Jawa, siraman bukan hanya sekadar ritual adat menjelang pernikahan, melainkan juga merupakan bentuk penyucian spiritual.
Ritual ini melambangkan bahwa calon mempelai telah siap memasuki kehidupan baru dengan hati yang bersih dan niat yang suci.
Air dalam siraman dipercaya sebagai simbol kehidupan, yang diharapkan dapat mengusir segala hal buruk dan membersihkan jiwa agar kehidupan rumah tangga dimulai dengan langkah yang baik.
Siraman juga menjadi momen refleksi bagi calon pengantin untuk mengenang peran orang tua, merenungi perjalanan hidup, dan menata niat dalam membina keluarga.
Prosesi siraman ini menjadi pembuka dari rangkaian pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier yang akan digelar pada Rabu, 7 Mei 2025 di Bali.
Keduanya telah menjadi pasangan selebritas yang banyak mendapatkan perhatian publik karena hubungan mereka yang serasi dan saling mendukung.
Dengan balutan tradisi dan nuansa haru, siraman Luna Maya menjadi bukti bahwa dalam gemerlap dunia hiburan, nilai-nilai budaya dan kekeluargaan tetap dijunjung tinggi. Sebuah awal yang indah untuk perjalanan cinta yang baru. (naz)
Editor : Mizan Ahsani