Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Perempuan Sering Menjawab “Terserah” saat Ditanya Ingin Makan Apa, Ini Penjelasan Menurut Psikologi dan Norma Sosial

Andi Chorniawan • Selasa, 6 Mei 2025 | 02:30 WIB

 

Ilustrasi perempuan menjawab terserah saat ditanya.
Ilustrasi perempuan menjawab terserah saat ditanya.

Jawa Pos Radar Lawu - Pernahkah mendengar perempuan menjawab dengan singkat, “terserah”? Entah saat ditanya mau makan apa atau tentang pilihan lainnya.

Kata “terserah” sering dijadikan bahan lelucon atau meme di media sosial, namun sebenarnya, ada makna psikologis dan sosial yang lebih dalam dari jawaban tersebut.

Mengapa perempuan sering kali menggunakan kata tersebut? Ternyata, ada beberapa alasan yang berhubungan dengan psikologi, norma sosial, dan beban mental yang dihadapi perempuan sehari-hari.

Berikut ini tiga alasan utama yang menjelaskan fenomena perempuan suka menjawab "terserah" dilansir dari RRI.

1. Menghindari Konflik dan Menyenangkan Orang Lain

Salah satu alasan utama mengapa perempuan menjawab “terserah” adalah kecenderungannya untuk menghindari konfrontasi.

Dalam interaksi sosial, perempuan sering menunjukkan sifat kooperatif dan berusaha untuk menjaga keharmonisan.

Mereka cenderung tidak ingin membuat keputusan yang bisa menimbulkan konflik, bahkan jika itu tentang pilihan makan.

Menurut penelitian dalam buku Personality and Individual Differences oleh Costa dan McCrae (1992), perempuan secara umum memiliki tingkat "agreeableness" (kemampuan untuk sepakat) yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Hal ini membuat mereka lebih cenderung mengutamakan keharmonisan daripada menyuarakan preferensi pribadi, terutama dalam situasi yang dianggap tidak terlalu penting.

2. Norma Sosial tentang Perempuan dan Makanan

Bagi banyak perempuan, pilihan makanan tidak hanya terkait dengan rasa lapar, tetapi juga berkaitan dengan citra diri dan persepsi orang lain.

Perempuan sering kali merasa ditekan oleh norma sosial yang mengharapkan mereka memilih makanan yang sehat dan dalam porsi kecil.

Seperti yang dibahas oleh penulis feminis Susan Bordo dalam bukunya Unbearable Weight: Feminism, Western Culture, and the Body (1993), perempuan sering dikaitkan dengan makanan sehat dan kontrol diri.

Budaya ini mengarah pada ketidaknyamanan dalam memilih makanan yang lebih indulgent atau besar, karena khawatir akan dinilai tidak sesuai dengan harapan sosial yang ada.

Maka, saat ditanya “mau makan apa?”, mereka lebih memilih menjawab “terserah” untuk menghindari tekanan tersebut.

3. Beban Mental Akibat Pengambilan Keputusan Berulang

Fenomena jawaban “terserah” juga berkaitan dengan "decision fatigue" atau kelelahan dalam membuat keputusan.

Setiap hari, perempuan sering kali harus membuat keputusan kecil yang berulang-ulang, mulai dari urusan rumah tangga hingga perencanaan makanan.

Kelelahan akibat pengambilan keputusan ini bisa menyebabkan mereka merasa lelah untuk memilih.

Dalam Journal of Marriage and Family, penulis mencatat bahwa perempuan, yang sering kali menjadi pengambil keputusan utama dalam rumah tangga, mengalami kelelahan mental.

Ini membuat mereka lebih memilih untuk melepaskan keputusan kecil seperti apa yang akan dimakan, yang dapat dilihat dalam jawaban “terserah” sebagai bentuk pelepasan dari beban tersebut.

Jawaban “terserah” bukan berarti perempuan tidak tahu apa yang diinginkan, tetapi sering kali mencerminkan keinginan untuk menghindari konflik, memenuhi harapan sosial, dan mengurangi beban mental akibat keputusan berulang. (cor)

Editor : Andi Chorniawan
#norma sosial #psikologi #perempuan #Terserah