Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Honda CB350RS Makin Canggih, Yamaha SR400 Masih Bertahan dengan Teknologi Zaman Dulu

Tegar Rukmana • Senin, 5 Mei 2025 | 16:46 WIB

 

Yamaha SR400 Final Edition, motor retro sejati yang tetap mempertahankan kick starter dan desain lawas selama lebih dari 40 tahun.
Yamaha SR400 Final Edition, motor retro sejati yang tetap mempertahankan kick starter dan desain lawas selama lebih dari 40 tahun.

Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah perkembangan sepeda motor modern yang semakin mengandalkan tombol elektrik, panel digital, dan konektivitas pintar, Yamaha SR400 justru berdiri tegak mempertahankan warisan teknologinya.

Motor ini bukan hanya klasik dari sisi desain, tapi juga dari sisi teknis.

Bagi para penggemarnya, justru itulah daya tariknya. Ini dia sejumlah teknologi lawas yang masih dipertahankan SR400 hingga model Final Edition.

 

1. Kick Starter, Tanpa Tombol Starter Elektrik

 

SR400 masih mengandalkan kick starter sebagai satu-satunya cara menyalakan mesin. Tidak ada tombol start elektrik seperti motor zaman sekarang.

Tapi jangan khawatir, Yamaha menyematkan decompression lever dan sight glass di kepala silinder untuk membantu menentukan posisi piston yang tepat sebelum menendang.

Dikutip dari forum pengguna di Reddit, seorang pemilik SR400 mengatakan, “Kamu harus menggunakan tuas dekompresi, lalu dorong tuas starter perlahan sampai kotak putih muncul di jendela sight glass.” 

 Baca Juga: Yamaha SR400 Pensiun, Aura Klasiknya Masih Kalahkan Honda CB350RS dan Royal Enfield Classic 350?

2. Sistem Dry Sump, Oli Disimpan di Dalam Rangka

Dikutip dari WeBike Japan, Berbeda dari motor modern yang menyimpan oli di bak mesin (wet sump), SR400 memakai sistem dry sump, dengan oli yang disimpan di bagian rangka motor.

 

3. Mesin Satu Silinder SOHC 2-Katup Pendingin Udara

Mesin SR400 menggunakan konfigurasi lawas: SOHC 2-katup, satu silinder, berpendingin udara, dan kapasitas 399cc.

 

4. Panel Instrumen Analog

SR400 menggunakan speedometer dan takometer analog berbentuk bulat, lengkap dengan odometer mekanis.

 Baca Juga: Yamaha SR400, Royal Enfield Classic 350, atau Honda CB350RS, Mana Paling Nyaman? Ini Perbandingannya

5. Rem Depan Cakram, Belakang Masih Tromol

Dikutip dari Wikipedia, “SR400 memiliki rem cakram di depan dan rem tromol di belakang.”

Ini adalah pilihan teknis yang disengaja agar motor tetap mempertahankan nuansa dan bentuk khas motor tahun 1970-an.

 

6. Suspensi Konvensional

Fork depan teleskopik dan dual shock belakang tanpa fitur elektronik menjadi bagian dari paket klasik SR400.

Dikutip dari RideApart, “SR400 menggunakan garpu teleskopik konvensional tanpa pengaturan dan shock belakang ganda.” 

 Baca Juga: Honda CB350 RS dan H’ness 2025 Resmi Meluncur, Tantang Royal Enfield Classic 350 di Segmen Motor Retro

7. Lampu Halogen dan Komponen Logam

SR400 tidak menggunakan lampu LED.

Ia tetap bertahan dengan lampu halogen untuk mempertahankan kesan klasik.

Seperti disebutkan dalam artikel lokal, “Yamaha tetap memakai bohlam tradisional agar nuansa klasiknya tidak hilang.”

SR400 adalah motor yang seolah menolak maju, tapi justru karena itu ia dicintai.

Semua teknologi “jadul” di motor ini bukanlah kekurangan, melainkan kelebihan bagi mereka yang menginginkan pengalaman berkendara yang utuh dan penuh karakter.

Yamaha tahu, ada sebagian pengendara yang tidak ingin segalanya serba instan — dan SR400 menjawab itu dengan tulus.

Editor : Tegar Rukmana
#Motor Klasik Honda #Honda CB350RS #cb350rs #motor klasik #yamaha sr400 #Honda CB350 #cb350 #motor klasik yamaha #SR400