Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah popularitas motor retro modern seperti Honda CB350RS dan Royal Enfield Classic 350, nama Yamaha SR400 tetap jadi legenda di hati pengendara sejati.
Meski secara fitur SR400 jauh lebih sederhana, justru itulah daya tariknya. Tapi bagaimana kesan berkendara dari para pemilik ketiga motor ini?
Apakah SR400 masih bisa disebut sebagai motor retro paling menggugah, atau CB350RS dan Classic 350 menawarkan sensasi berkendara yang lebih relevan untuk zaman sekarang?
Namun, di balik keunikan itu, beberapa pengguna juga mengakui bahwa getaran mesin pada kecepatan tinggi—khususnya di atas 90 km/jam—bisa membuat perjalanan jarak jauh terasa melelahkan, seperti diulas dalam forum XS650.com.
Sementara itu, Royal Enfield Classic 350 dikenal luas karena kenyamanan suspensinya dan karakter torsi bawahnya yang santai.
Dalam forum Team-BHP, banyak pengguna memuji posisi duduk yang tegak dan suspensi empuk yang cocok untuk perjalanan jarak menengah.
Mesin 349cc-nya memang tidak agresif, tapi cukup kuat untuk cruising. Beberapa pengguna hanya menyayangkan bobot motor yang berat dan sedikit getaran mesin di kecepatan tertentu, meskipun ini sudah jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Adapun Honda CB350RS hadir sebagai opsi paling modern di antara ketiganya. Mesin 348cc yang halus, slipper clutch, dan fitur HSTC membuat motor ini nyaman dikendarai harian.
Impresi pemilik seperti yang ditulis dalam ulasan Team-BHP menyebut CB350RS punya tarikan bawah yang responsif dan handling yang lincah.
Hanya saja, beberapa pengguna mengeluhkan jok belakang yang kurang nyaman untuk boncengan jarak jauh, serta pencahayaan lampu depan yang dinilai kurang terang saat malam hari. (gar/kid)
Editor : Nur Wachid