Jawa Pos Radar Lawu - Apa jadinya jika anakmu berkata ia jatuh cinta… pada wahana taman hiburan?
Aneh? Mungkin.
Tapi di situlah kekuatan film Jumbo (2020) karya Zoé Wittock.
Meski terdengar ganjil, film ini menyajikan kisah yang begitu menyentuh tentang cinta, penerimaan, dan menjadi orangtua yang sungguh hadir.
Jeanne, seorang perempuan muda dan pendiam, bekerja di taman hiburan dan merasa terhubung secara emosional dengan wahana bernama Jumbo.
Ketika ia mengungkapkan perasaannya, sang ibu, Margarette, bereaksi dengan kebingungan dan penolakan.
Namun seiring waktu, ia belajar bahwa menjadi orangtua bukan soal selalu paham anak, tapi soal hadir meski tak mengerti.
Dari sini, kita bisa belajar empat hal penting soal parenting:
1. Dengarkan Anak dengan Hati
Jeanne bukan tak ingin dimengerti.
Ia hanya ingin didengarkan.
Sayangnya, seperti banyak anak di dunia nyata, ia justru mendapat respons berupa cemoohan dan penghakiman, bahkan dari orang terdekat.
Anak yang tidak merasa didengarkan akan tumbuh jadi orang dewasa yang ragu membuka diri.
Kita sering terlalu sibuk “mendidik” sampai lupa jadi pendengar.
2. Empati Lebih Penting dari Logika
Margarette awalnya tidak bisa memahami bagaimana mungkin anaknya bisa mencintai benda mati.
Tapi alih-alih terus memaksa penjelasan, ia perlahan memilih untuk hadir saja, apa adanya.
Anak-anak tidak butuh orangtua yang paham segalanya, mereka butuh orangtua yang tetap bertahan meski tak paham apa-apa.
Empati bukan tentang setuju, tapi tentang bersama.
3. Stop Membandingkan
Mulailah menghargai keunikan anak.
Kalimat seperti “kenapa kamu nggak bisa seperti anak-anak lain?”
Mungkin terdengar biasa, tapi bisa jadi luka seumur hidup.
Jeanne tak ingin jadi aneh, ia hanya ingin jadi dirinya sendiri dan tetap diterima.
Anak bukan fotokopi orangtua.
Mereka punya warna sendiri.
Dan tugas kita adalah membantu mereka bersinar, bukan menggantinya.
4. Cinta Itu Menerima meski Sulit Dimengerti
Di akhir film, Margarette hadir dalam simbolisasi “pernikahan” Jeanne dan Jumbo.
Ia masih bingung, tapi memilih untuk tetap ada.
Cinta orangtua sejati adalah ketika kamu tetap hadir, meski hatimu penuh tanda tanya.
Kehadiran lebih penting dari penjelasan.
Jumbo bukan sekadar film tentang cinta yang aneh.
Ini adalah kisah tentang keberanian mencintai anak dalam versi paling jujurnya.
Anak tak minta dimengerti terus-menerus.
Mereka hanya ingin tahu bahwa mereka tak sendiri.
Maka jangan cuma jadi orangtua, jadilah rumah.
Tempat di mana anak boleh jadi dirinya sendiri dan tetap dicintai. (fin)
Editor : AA Arsyadani