Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pikir Dulu sebelum Beli Motor Klasik! Ini Konsumsi BBM Jawa 350 Vs Royal Enfield, Mana yang Lebih Irit?   

Tegar Rukmana • Rabu, 30 April 2025 | 21:57 WIB

Jawa 350 dan Royal Enfield Classic 350, dua motor retro dengan karakter riding yang kontras.
Jawa 350 dan Royal Enfield Classic 350, dua motor retro dengan karakter riding yang kontras.

Jawa Pos Radar Lawu - Motor klasik bukan cuma soal tampang retro. Buat pengguna harian, efisiensi bahan bakar tetap jadi pertimbangan utama.

Dua nama yang belakangan ramai dibicarakan adalah Jawa 350 dan Royal Enfield Classic 350. Keduanya sama-sama mengusung mesin 350 cc satu silinder.

Namun, soal konsumsi BBM, hasil pengujian menunjukkan angka yang tak selalu sama—baik di atas kertas maupun di lapangan.

Baca Juga: Jawa 350 dengan Royal Enfield Classic 350 Nyaman Mana? Jangan Salah Pilih, Simak Ulasan Berikut!

Jawa 350, yang dipasarkan oleh Classic Legends (anak usaha Mahindra Group), mengandalkan mesin 334 cc satu silinder berpendingin cairan.

Mesin ini mampu menghasilkan tenaga puncak 22.2 hp dan torsi 28.1 Nm.

Dalam pengujian oleh CarAndBike, Jawa 350 mencatat konsumsi BBM rata-rata sekitar 27,5 km/l dalam gaya berkendara kombinasi—campuran kecepatan rendah dan sedang.

Baca Juga: Tak Asal Upacara! Begini Panduan Lengkap Peringatan Hardiknas 2025 Resmi dari Kemendikdasmen

Sementara situs BikeDekho, yang merujuk data resmi dari ARAI (Automotive Research Association of India), menempatkan konsumsi BBM-nya di kisaran 30 km/l dalam kondisi ideal.

Namun dalam pengujian riil oleh pengguna harian, angka ini bisa berbeda.

Beberapa pengguna di forum dan komunitas mencatat bahwa konsumsi Jawa 350 di jalanan dalam kota padat bisa turun menjadi 18–20 km/l, dan hanya tembus 25 km/l saat dipakai di jalur bebas hambatan.

Baca Juga: 41 Menit dari Pusat Kota Pacitan! Pantai Spot Tersembunyi untuk Camping Ini Suguhkan View Tebing dan Laut Autentik 

Faktor bobot motor, gaya berkendara agresif, serta rasio kompresi mesin jadi penyebabnya.

Sementara itu, Royal Enfield Classic 350 membawa mesin 349 cc satu silinder berpendingin udara, dengan tenaga maksimal 20.2 hp dan torsi 27 Nm.

Dari sisi performa memang sedikit lebih rendah dibanding Jawa, tapi konsumsi bahan bakarnya terbukti lebih stabil.

Dalam ulasan Motorcycle News, Classic 350 mencatat angka 77,7 mpg, atau setara dengan sekitar 27,6 km/l.

Meski di atas kertas mirip dengan Jawa, kenyataannya motor ini lebih irit dalam pengujian lapangan.

Baca Juga: Hanya 40 Menit dari Kota Bekasi! Wisata Danau dan Pantai Ini Suguhkan Suasana Asri dan Sejuk 

Laporan dari situs Fuelly menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi BBM dari pengguna Classic 350 ada di kisaran 33–35 km/l dalam berbagai kondisi.

Bahkan, beberapa pengguna melaporkan bisa mencapai angka 40 km/l jika berkendara santai di jalur luar kota.

Konsistensi ini disebabkan oleh tuning mesin yang lebih lembut, sistem pendinginan udara yang ringan, serta rasio gir yang disesuaikan untuk cruising.

Baca Juga: Kenapa 2 Mei Diperingati Hardiknas 2025? Begini Sejarah dan Refleksi Perjuangan Ki Hadjar Dewantara 

Kesimpulannya, jika mengutamakan efisiensi bahan bakar sebagai pertimbangan utama dalam memilih motor retro, Royal Enfield Classic 350 berada sedikit di depan Jawa 350.

Walau tak terpaut jauh, angka konsumsi di dunia nyata menunjukkan Classic 350 lebih unggul dalam hal irit BBM dan cocok untuk pemakaian jarak menengah hingga jauh tanpa harus sering mampir ke SPBU.

Namun, jika mengincar karakter mesin yang lebih bertenaga dan suara knalpot yang khas, Jawa 350 tetap layak dipertimbangkan—dengan catatan, siap mengorbankan sedikit efisiensi. (kid)

Editor : Nur Wachid
#Royal Enfield Classic 350 #jawa 350 #irit #motor klasik #royal endfield