JAwa Pos Radar Lawu - Di tengah tren motor klasik yang kembali naik daun, dua nama besar selalu menarik perhatian, JAWA 350 dan Royal Enfield Classic 350.
Meski sama-sama membawa semangat retro, keduanya menawarkan karakter, performa, dan pengalaman berkendara yang cukup berbeda.
Mana yang lebih nendang di jalan raya? Mari kita bandingkan berdasarkan data dan ulasan terpercaya.
Dari segi mesin, JAWA 350 dibekali dengan mesin satu silinder 334 cc, DOHC, berpendingin cairan.
Tenaga yang dihasilkan mencapai 22,26 bhp dengan torsi 28,1 Nm. Dikutip dari ZigWheels India, karakter mesin JAWA 350 menawarkan respons yang agresif di putaran menengah hingga atas, berkat penggunaan sistem DOHC.
Ini membuat JAWA 350 cocok bagi pengendara yang mencari motor klasik dengan performa berjiwa sporty.
Sementara itu, Royal Enfield Classic 350 menggunakan mesin 349 cc satu silinder berpendingin udara-oli dengan teknologi SOHC. Tenaganya sedikit lebih kecil, yakni 20,2 bhp, dengan torsi 27 Nm.
Baca Juga: Ampuh Basmi Kuman! 3 Rekomendasi Body Wash dari Morris dengan Wangi Segar seperti Parfum
Menurut ulasan Autocar India, Classic 350 mengutamakan karakter torsi bawah yang kuat, membuatnya sangat nyaman untuk cruising santai dan cocok bagi pecinta gaya berkendara kalem.
Di sektor transmisi, JAWA 350 sudah mengadopsi 6-percepatan, memberikan keleluasaan lebih dalam mengatur kecepatan dan akselerasi di berbagai kondisi jalan.
Sementara Royal Enfield Classic 350 masih mempertahankan transmisi 5-percepatan yang meskipun cukup untuk kebutuhan harian, terasa kurang fleksibel untuk kecepatan tinggi.
Perbedaan ini membuat JAWA 350 terasa lebih adaptif di jalur panjang atau ketika ingin bermain di putaran atas.
Namun, bicara soal kenyamanan, Royal Enfield Classic 350 punya keunggulan tersendiri. Posisi duduknya lebih rileks, dengan ketinggian jok mencapai 805 mm.
Baca Juga: Catat! Ini Harga Tiket dan Jam Operasional Wisata Hutan Mangrove Trenggalek
Suspensinya juga cenderung lebih empuk dibanding JAWA 350 yang lebih rigid.
Mengutip review dari Motorbeam, suspensi JAWA terasa agak kaku di beberapa kondisi jalan, sehingga kurang ideal untuk perjalanan jarak jauh jika dibandingkan dengan kenyamanan Classic 350.
Dengan ergonomi yang lebih santai, Classic 350 menjadi pilihan menarik untuk touring atau riding harian yang mengutamakan kenyamanan.
Dalam hal efisiensi bahan bakar, Royal Enfield juga mencatatkan konsumsi lebih irit.
Baca Juga: 7 Karakter One Piece yang Mengubah Hidup Luffy Secara Drastis, Nomor 4 Jadi Titik Balik Besar
Berdasarkan data dari CarandBike India, Classic 350 mampu mencatatkan angka konsumsi sekitar 35 km/l, sedangkan JAWA 350 ada di kisaran 30 km/l dalam penggunaan harian normal.
Perbedaan ini memang tidak besar, tetapi tetap berpengaruh untuk penggunaan jangka panjang, terutama bagi yang sering melakukan perjalanan jarak jauh.
Harga keduanya pun cukup berdekatan. JAWA 350 dipasarkan di kisaran ₹1,99 lakh (ex-showroom India), sedikit lebih mahal dibandingkan Royal Enfield Classic 350 yang berada di angka ₹1,93 lakh.
Kelebihan Royal Enfield adalah jaringan dealer dan layanan purna jual yang jauh lebih luas, membuat pemeliharaan dan perburuan suku cadang menjadi lebih mudah dibandingkan dengan JAWA yang basis jaringannya masih berkembang.
Kesimpulannya, bagi pengendara yang mencari motor klasik dengan performa lebih agresif, tenaga responsif, serta sensasi berkendara lebih "liar", JAWA 350 layak dipertimbangkan.
Namun, bagi mereka yang mengutamakan kenyamanan maksimal, kemudahan servis, efisiensi bahan bakar, dan pengalaman cruising santai, Royal Enfield Classic 350 tetap menjadi pilihan yang sangat kuat. (gar/kid)
Editor : Nur Wachid