Jawa Pos Radar Lawu - Pasangan kontroversial asal Korea Selatan, Hong Sangsoo dan Kim Minhee, kembali menjadi sorotan tajam publik setelah foto-foto mereka bersama bayi laki-laki yang baru lahir beredar luas di komunitas online Korea pada 25 April 2025.
Dalam foto-foto tersebut, pasangan yang sudah menjalin hubungan penuh drama selama hampir satu dekade itu terlihat sedang berjalan santai di Taman Danau Misa, Hanam, sambil menggendong buah hati mereka.
Momen ini menjadi kejutan besar bagi publik, mengingat hubungan mereka masih dianggap skandal dan belum diterima sepenuhnya oleh masyarakat.
Dalam potret yang diabadikan diam-diam oleh warga sekitar, Kim Minhee tampak anggun dan keibuan mengenakan pakaian kasual sambil menggendong bayi yang diperkirakan baru berusia sekitar satu bulan.
Sementara Hong Sangsoo terlihat tersenyum hangat, menunjukkan gestur penuh kasih saat memakaikan topi kecil ke kepala sang bayi—suatu pemandangan yang memadukan kehangatan keluarga dan ironi hubungan mereka.
Latar Belakang: Hubungan Penuh Kontroversi
Pasangan ini pertama kali menghebohkan publik pada tahun 2017, ketika mereka secara terbuka mengakui bahwa mereka jatuh cinta saat Hong Sangsoo masih menjadi suami orang.
Pengakuan tersebut menciptakan badai kritik di media Korea dan menjatuhkan nama Kim Minhee, aktris berbakat yang sebelumnya dikenal lewat film-film seperti The Handmaiden.
Hong Sangsoo kemudian mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya, namun pada tahun 2019, pengadilan Korea Selatan menolak gugatan tersebut, dengan alasan bahwa tidak ada dasar hukum yang cukup untuk perceraian sepihak.
Secara legal, hingga saat ini, Hong Sangsoo masih berstatus sebagai suami dari istri sahnya, meski keduanya telah berpisah tempat tinggal.
Hal ini membuat hubungannya dengan Kim Minhee masih dianggap sebagai perselingkuhan secara hukum dan sosial.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Lipstik Matte yang Best Seller, Bibir Terlihat On Point Tetap Stylish tanpa Boros
Lahirnya Buah Hati di Tengah Isolasi
Kabar tentang kelahiran anak pertama pasangan ini mulai tersiar pada 9 April 2025, ketika media Korea melaporkan bahwa Kim Minhee telah melahirkan seorang putra di sebuah klinik wanita yang berlokasi di Provinsi Gyeonggi.
Setelah melahirkan, Kim Minhee dikabarkan menjalani perawatan intensif di pusat pascapersalinan, dan sejak itu menghindari sorotan media.
Munculnya mereka di tempat umum sambil membawa sang buah hati menjadi penampakan publik pertama setelah kelahiran anak tersebut.
Tidak sedikit netizen yang terkejut dengan betapa tenangnya mereka menghadapi kehidupan di tengah stigma sosial yang masih menyelimuti mereka.
Respons Publik: Antara Cinta, Simpati, dan Kecaman
Reaksi netizen pun terbelah. Sebagian merasa tersentuh melihat kehangatan keluarga kecil ini, menilai bahwa mereka telah memilih untuk hidup jujur sesuai kata hati.
Namun tidak sedikit pula yang masih mengecam hubungan mereka, terutama karena status hukum Hong Sangsoo yang belum resmi bercerai dari istri sebelumnya.
“Anaknya tidak salah, tapi tetap saja ini bukan contoh hubungan yang sehat,” tulis salah satu komentar di forum online.
“Mereka terlihat bahagia dan damai. Mungkin ini harga dari cinta yang mereka perjuangkan, seberapapun menyakitkannya,” ujar netizen lain yang lebih simpatik.
Masa Depan yang Masih Abu-abu
Kini dengan kehadiran seorang anak, hubungan Hong Sangsoo dan Kim Minhee memasuki babak baru yang lebih kompleks.
Banyak pihak mempertanyakan apakah Hong akan kembali mencoba menggugat cerai istrinya secara hukum, atau justru akan terus hidup dalam status “abu-abu” seperti sekarang.
Sebagai pasangan yang hidup di tengah sorotan, mereka tampaknya telah siap menanggung segala risiko dari keputusan cinta mereka.
Namun pertanyaan tentang pengakuan hukum, moralitas hubungan, dan nasib anak mereka ke depan, tetap menjadi perdebatan yang belum menemukan jawaban pasti.
Apa pun pandangan publik, satu hal yang pasti Kim Minhee dan Hong Sangsoo kini telah menjadi orang tua.
Di balik semua kontroversi, terpotret senyuman hangat seorang ayah dan pelukan lembut seorang ibu untuk anak mereka.
Sebuah momen manusiawi yang membungkam sejenak hiruk-pikuk perdebatan, meski hanya untuk sesaat. (*)
Editor : Riana M.