Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Menabung Emas di Tengah Ekonomi Tak Menentu, Masih Menjanjikan atau Terlalu Berisiko?

Indi Wardani • Jumat, 25 April 2025 | 00:16 WIB
Emas batangan.
Emas batangan.

Jawa Pos Radar Lawu – Ketika ekonomi global mengalami ketidakpastian, inflasi melambung, dan nilai tukar mata uang sering berubah-ubah, banyak orang kembali melirik investasi yang dianggap paling aman sejak dulu: emas.

Tapi, apakah menabung emas masih seaman dan semenguntungkan itu di tengah dinamika ekonomi saat ini?

Mengapa Emas Selalu Jadi Pilihan Aman?

Emas dikenal sebagai “safe haven” alias tempat berlindung yang aman bagi nilai kekayaan. Saat krisis keuangan global tahun 2008, pandemi COVID-19, hingga konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina, harga emas cenderung stabil—bahkan naik ketika aset lain terpuruk.

Menurut ekonom Arif Budiman, “Emas itu nggak pernah bangkrut. Nilainya memang naik-turun, tapi tidak sampai hilang seperti saham perusahaan yang bisa ambruk.”

Ini membuat emas cocok dijadikan tabungan jangka panjang atau pelindung nilai dari inflasi.

Kondisi Ekonomi Sekarang: Peluang atau Ancaman untuk Emas?

Kondisi ekonomi dunia tahun 2025 ini masih belum sepenuhnya pulih. Suku bunga global masih tinggi, mata uang rupiah fluktuatif, dan harga kebutuhan pokok merangkak naik.

Di tengah semua itu, harga emas sempat mencetak rekor, lalu belakangan justru menurun seperti yang terjadi pada April ini saat harga emas Antam turun menjadi Rp 1.969.000 per gram.

Penurunan ini justru dianggap peluang emas bagi para pemula untuk mulai menabung logam mulia. “Saat harga turun, di situlah sebaiknya membeli. Lalu disimpan jangka panjang,” kata Dinda, seorang analis keuangan pribadi.

Keuntungan Menabung Emas

1. Lindung Nilai dari Inflasi: Harga emas cenderung naik seiring meningkatnya biaya hidup.

2. Aset Fisik yang Stabil: Berbeda dari saham atau kripto, emas bisa dipegang langsung dan tidak bergantung pada performa perusahaan atau jaringan digital.

3. Cair Kapan Saja: Emas bisa dijual kapan pun dengan harga pasar yang cukup transparan.

4. Mulai dari Nominal Kecil: Sekarang menabung emas bisa dimulai hanya dari Rp 5.000 di aplikasi digital seperti Pegadaian Digital, Tokopedia Emas, dan lainnya.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Namun, seperti semua bentuk investasi, menabung emas bukan tanpa risiko:

• Harga Naik Turun: Meski jangka panjang cenderung naik, dalam waktu pendek harga bisa turun.

• Tidak Memberi Dividen: Berbeda dengan saham, emas tidak menghasilkan passive income.

• Penyimpanan Fisik: Jika menabung dalam bentuk fisik, harus ada biaya penyimpanan atau keamanan ekstra.

Apakah Emas Masih Menjanjikan?

Jawabannya: YA, jika tujuanmu adalah proteksi nilai jangka panjang, bukan mencari cuan cepat. Emas cocok bagi:

• Orang yang ingin menyimpan dana darurat.

• Orang tua yang ingin warisan stabil untuk anak.

• Siapa pun yang ingin memulai investasi dengan risiko rendah.

Baca Juga: Baca Komik One Piece 1147 RAW: Holy Knights Tak Mau Berkonflik dengan Yonko, Sommers Minta Gunko Lepaskan Kru Luffy

Menabung emas di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti bukan hanya masih relevan—tapi justru semakin penting.

Saat nilai uang bisa menurun karena inflasi, emas hadir sebagai penjaga daya beli. Meski tidak memberi keuntungan instan, emas menawarkan ketenangan jangka panjang yang tidak semua aset bisa beri.

Kalau kamu sedang bingung memilih jenis investasi, bisa jadi menabung emas adalah titik awal yang bijak. Mulai kecil, konsisten, dan biarkan waktu yang bekerja. (kid)

Editor : Nur Wachid
#investasi emas #harga emas #ekonomi