Jawa Pos Radar Lawu – Meski telah berusia lebih dari 15 tahun, Yamaha Mio Sporty produksi 2004 hingga 2007 tetap menjadi idola di dunia modifikasi motor.
Tak hanya karena desain klasiknya yang tak lekang zaman, tetapi juga karena performa mesin yang tangguh dan nilai jualnya yang justru terus meroket setelah direstorasi.
Salah satu daya tarik utama Mio Sporty generasi awal adalah desain bodi yang sederhana namun proporsional.
Mio Sporty dikenal sebagai motor yang mudah dimodifikasi dan dirawat, berkat dapur pacu yang sederhana dan kuat. Berikut spesifikasinya:
Mesin 113,7 cc, SOHC, 4 tak, karburator, dan berpendingin udara.
Tenaga maksimalnya 9,5 dk @ 8.000 rpm dengan torsi maksimal 7,8 Nm @ 7.000 rpm.
Performa mesin ini cukup mumpuni untuk kebutuhan harian, dan juga fleksibel untuk proyek modifikasi ringan hingga restorasi total.
Harga Mio Sporty Melejit setelah Direstorasi
Tak sedikit kolektor dan modifikator yang sengaja berburu unit bahan alias Mio Sporty dengan kondisi mentah.
Harga pasarnya bervariasi antara Rp 3 juta hingga Rp 8 juta, tergantung kondisi fisik dan kelengkapan surat.
Setelah melalui proses restorasi menyeluruh, nilai jual Mio Sporty bisa melonjak tajam.
Harga pasca restorasi di rentang Rp 15 juta sampai Rp 18 juta.
Rekor penjualannya mencapai Rp 35 juta di tahun 2021 untuk unit full orisinal.
Nilai investasi ini ditentukan dari tingkat orisinalitas sparepart, keunikan warna, dan hasil akhir dari proses restorasi.
Jadi, kalau kamu masih punya Mio Sporty di rumah, jangan buru-buru jual!
Rawat dan pertahankan orisinalitasnya, karena bisa saja motor tersebut menjadi “emas” yang menguntungkan dalam beberapa tahun ke depan. (cor)
Editor : Andi Chorniawan