Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kontroversi Pemilihan Paapa Essiedu sebagai Snape dalam Serial Harry Potter: Isu Representasi hingga Tuduhan Agenda Politik

Indi Wardani • Minggu, 20 April 2025 | 14:58 WIB
Pemilihan peran pemain Severus Snape tuai kontroversi
Pemilihan peran pemain Severus Snape tuai kontroversi

Jawa Pos Radar Lawu - Serial Harry Potter versi terbaru garapan HBO dan Warner Bros kembali menarik perhatian dunia. Setelah lama dinanti, proyek reboot ini resmi mengumumkan enam pemeran utama yang akan memerankan karakter-karakter ikonik dari dunia sihir Hogwarts.

Namun, di balik kabar gembira tersebut, publik dibuat gempar dengan salah satu pilihan pemeran yang memicu perdebatan sengit: Paapa Essiedu sebagai Severus Snape.

Aktor asal Inggris keturunan Ghana ini dikenal lewat penampilannya dalam serial Black Mirror dan I May Destroy You.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Essiedu menyampaikan rasa syukurnya bisa menjadi bagian dari semesta Harry Potter.

Ia menyebut perannya sebagai “kehormatan luar biasa” dan mengaku antusias untuk menghidupkan karakter guru ramuan paling kompleks di Hogwarts.

Namun tak butuh waktu lama sebelum media sosial dipenuhi pro dan kontra.

Sebagian besar kritik datang dari kalangan penggemar lama yang mempertanyakan kesesuaian fisik Essiedu dengan deskripsi Snape dalam buku karangan J.K. Rowling.

Ketidaksesuaian dengan Deskripsi Buku Picu Reaksi Keras

Dalam novel, Severus Snape digambarkan sebagai pria berkulit pucat kekuningan, berhidung besar dan bengkok, dengan rambut hitam berminyak serta tatapan tajam yang membuat orang segan.

Penampilan muram dan fisik yang kontras dengan karakter-karakter populer seperti James Potter menjadi bagian penting dari narasi Snape—menekankan isolasi dan penderitaan yang ia alami sejak muda.

Karakter ini sempat diperankan dengan sangat kuat oleh mendiang Alan Rickman dalam versi film, dan visualisasi Rickman kini dianggap sebagai “standar” oleh sebagian besar penggemar.

Karena itu, pemilihan Paapa Essiedu—yang memiliki latar belakang rasial dan ciri fisik berbeda—menuai penolakan dari sejumlah penggemar konservatif.

Beberapa pihak menilai bahwa perubahan ini dapat memengaruhi dinamika cerita.

Terutama pada bagian kisah masa lalu Snape yang kerap menjadi korban perundungan oleh James Potter dan gengnya.

Kini, dengan Snape diperankan oleh aktor kulit hitam, ada kekhawatiran narasi tersebut akan memiliki nuansa rasisme yang tidak pernah ada dalam versi aslinya.

Tuduhan Agenda DEI dan Reaksi Penggemar

Tak sedikit warganet yang menganggap keputusan casting ini sebagai bagian dari agenda Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) yang tengah gencar di industri hiburan.

Beberapa komentar menyebut HBO terlalu memaksakan keragaman rasial demi menciptakan representasi yang “terlihat adil”, tetapi justru mengorbankan integritas cerita asli.

“Ini pertukaran ras terburuk dalam sejarah adaptasi modern,” tulis salah satu pengguna X (Twitter). Komentar lain menambahkan, “Kalau Snape diperankan aktor kulit hitam, tentu saja James dan Sirius akan terlihat seperti rasis dalam versi baru ini.”

Lebih jauh lagi, ada kekhawatiran bahwa karakter-karakter seperti James Potter dan Sirius Black yang dalam versi buku digambarkan sebagai pahlawan muda dengan sedikit sifat arogan akan terkesan sebagai penindas rasial dalam serial baru, mengingat hubungan mereka dengan Snape yang penuh konflik di masa sekolah.

Antara Inklusivitas dan Kesetiaan terhadap Materi Asli

Isu ini membuka diskusi yang lebih luas tentang bagaimana adaptasi modern harus bersikap terhadap representasi ras dan latar belakang karakter.

Di satu sisi, langkah HBO dianggap sebagai upaya inklusif yang patut diapresiasi.

Tapi di sisi lain, bagi banyak penggemar setia Harry Potter, perubahan drastis terhadap karakter yang sudah sangat melekat dalam imajinasi publik dapat menimbulkan benturan emosional dan logis.

Meski begitu, pihak studio belum memberikan tanggapan resmi terhadap polemik yang berkembang.

Beberapa penggemar lain justru membela keputusan ini, menyatakan bahwa kemampuan akting jauh lebih penting daripada kesesuaian fisik belaka.

Serial reboot Harry Potter ini dijadwalkan mulai tayang di platform Max pada tahun 2027, dengan proses produksi dimulai pada pertengahan 2025.

Sampai saat itu tiba, perdebatan mengenai Snape versi baru kemungkinan akan terus menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan Potterhead. (*)

Editor : Riana M.
#serial #kontroversi #harry potter