Jawa Pos Radar Lawu - Nama Royal Enfield mencuri perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit motor Royal Enfield Classic 500 milik mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Penyitaan motor Royal Enfield Classic 500 dilakukan dalam rangka penyelidikan kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB.
Namun di balik kasus tersebut, motor Royal Enfield tetap menjadi ikon di dunia otomotif, khususnya bagi penggemar motor bergaya retro dan klasik.
Motor yang kental dengan nuansa old school ini tak hanya menarik karena tampilannya, tetapi juga karena sejarah dan filosofi desainnya yang kuat.
Berikut 10 fakta menarik tentang Royal Enfield, termasuk model yang dimiliki Ridwan Kamil.
1. Sudah Lebih dari 1 Abad
Royal Enfield pertama kali memproduksi motor pada tahun 1901 di Inggris. Ini menjadikannya salah satu merek motor tertua di dunia yang masih aktif hingga saat ini.
2. Diproduksi di India Sejak 1950-an
Meskipun lahir di Inggris, Royal Enfield kini bermarkas di Chennai, India.
Produksi massalnya di India dimulai sejak 1952, dan sejak itu menjadi ikon otomotif India.
3. Desain Konsisten Bergaya Klasik
Ciri khas Royal Enfield adalah desainnya yang tidak banyak berubah sejak dekade 1950-an.
Model seperti Bullet dan Classic mempertahankan bentuk tangki bulat, lampu bulat, hingga jok tunggal.
4. Bullet: Motor dengan Produksi Terpanjang
Model Royal Enfield Bullet tercatat sebagai salah satu motor dengan produksi terpanjang di dunia tanpa perubahan besar sejak 1948.
5. Logo Bersejarah
Royal Enfield menjadi motor andalan militer Inggris saat Perang Dunia II.
Salah satu model legendarisnya adalah Flying Flea, motor ringan yang bisa diterjunkan dari pesawat bersama pasukan.
7. Favorit Para Modifikator
Model Classic 500 Pegasus terinspirasi dari sepeda motor militer era perang. Motor ini hadir dalam jumlah terbatas dengan pannier kanvas dan aksesoris bertema militer.
9. Komunitas Global
Royal Enfield memiliki komunitas pengguna yang aktif di banyak negara, termasuk Indonesia. Komunitas ini kerap menggelar touring, kopi darat, dan acara modifikasi.
10. Fokus di Segmen Motor Menengah
Berbeda dari kebanyakan produsen lain, Royal Enfield tidak bermain di segmen motor kecil 150-200 cc.
Mereka fokus pada motor bermesin menengah dan besar, dengan karakter torsi yang kuat dan suara mesin khas.
Motor Royal Enfield milik Ridwan Kamil memang bukan motor sembarangan. Selain menjadi barang bukti dalam kasus hukum, motor ini juga mencerminkan gaya hidup klasik dan selera tinggi pemiliknya.
Royal Enfield tetap menjadi simbol gaya hidup, warisan sejarah, dan pilihan khas bagi mereka yang menyukai keunikan di atas roda dua.
Editor : Andi Chorniawan