Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tren Bucket List di Usia 20-an, Cari Makna Hidup atau Karena Takut Kehidupan Lewat tanpa Tujuan?

Lailatul Fadhila Hikma • Senin, 14 April 2025 | 01:59 WIB
Tren bucket list di usia 20-an
Tren bucket list di usia 20-an

Jawa Pos Radar Lawu – Belakangan ini, membuat bucket list di usia 20-an jadi tren yang banyak diikuti kawula muda.

Banyak dari mereka yang kemudian membagikan daftar impiannya di media sosial, menunjukkan keinginan untuk mengejar pengalaman tertentu dan pencapaian hidup. 

Pertanyaannya? Apakah ini hanya sekadar pencarian makna hidup yang lebih dalam, ataukah cara mereka melawan rasa takut akan kesempatan yang terlewatkan? 

Perbedaan Antara Bucket List dan Wish List

Meskipun keduanya sama-sama berisi daftar keinginan, bucket list dan wish list memiliki tujuan yang berbeda. 

Bucket list lebih fokus pada pencapaian besar dalam hidup, seperti pengalaman yang bermakna.

Istilah bucket list sendiri berasal dari ungkapan kick the bucket, yang berarti hal-hal yang ingin dicapai sebelum seseorang meninggal.

Sementara itu, wish list lebih berorientasi pada keinginan jangka pendek atau barang-barang material. 

Ini bisa berupa gadget terbaru yang ingin dibeli atau liburan ke tempat tertentu. Meskipun wish list juga penting, keinginan ini lebih bersifat pribadi dan bisa dicapai dalam waktu singkat.

Secara umum, perbedaan utama antara keduanya terletak pada cakupan waktu dan pencapaian.

Bucket list berisi tujuan yang lebih besar dan tidak terikat waktu, sedangkan wish list lebih fokus pada hal-hal yang bisa dipenuhi dalam waktu dekat.

Kenapa Anak Muda di Usia 20-an Cenderung Membuat Bucket List?

- Untuk Membantu Mereka Mencari Makna Hidup

Di usia 20-an, banyak orang mulai mencari makna yang lebih dalam dalam hidup mereka. Fase ini adalah saat di mana mereka merasa perlu menemukan tujuan yang lebih besar. 

Membuat bucket list menjadi cara untuk menggambarkan apa yang ingin dicapai dalam hidup. 

Daftar impian ini sering kali berfungsi sebagai peta yang membantu mereka memahami nilai-nilai pribadi dan apa yang sebenarnya mereka inginkan. 

Dengan menuliskan impian-impian tersebut, mereka merasa mendapatkan arah dan motivasi yang lebih jelas.

- Rasa Takut Kehilangan Kesempatan di Usia Muda 

Banyak anak muda di usia 20-an merasa cemas waktu berlalu begitu cepat tanpa pencapaian yang berarti. 

Tekanan untuk mencapai tujuan tertentu sebelum memasuki fase hidup yang lebih dewasa seringkali menimbulkan rasa takut akan kehilangan kesempatan. 

Perasaan ini bisa datang dari dalam diri mereka sendiri, tetapi juga dari harapan sosial yang mendorong mereka untuk meraih kesuksesan di usia muda. 

Bucket list hadir sebagai cara untuk menghadapi ketakutan ini, memberikan dorongan agar mereka tidak merasa kehilangan waktu untuk melakukan hal-hal besar dalam hidup.

-  Antara Tujuan Hidup dan Menikmati Hidup

Meskipun banyak yang membuat bucket list untuk mencapai tujuan besar, penting untuk tidak terjebak dalam tekanan daftar impian tersebut. 

Hidup bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang menikmati setiap momen.

Bucket list bisa menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup seharusnya dinikmati, bukan hanya dikejar. 

Selain itu, menyusun bucket list juga membuka kesempatan untuk mencoba hal-hal baru, menemukan passion, dan mengalami pertumbuhan pribadi. 

Dalam proses itu, mereka tidak hanya mengejar tujuan besar, tetapi juga menikmati perjalanan yang membawa mereka lebih dekat pada tujuan tersebut. (*)

Editor : Riana M.
#Bucket List #pencapaian #20 tahun #Kehidupan #Usia #tren