Jawa Pos Radar Lawu - Brand parfum lokal Project 1945 berdiri sejak tahun 2021 di Jakarta oleh Jeffrey, Garry Kusuma dan Janice Thio.
Project 1945 merilis wewangian yang mewakili kisah dan cerita untuk mengingatkan tentang kekayaan alam Indonesia yang indah.
Brand ini juga menggunakan beberapa key ingredients dari alam Indonesia yang kaya seperti nilam (patchouli), vetiver (akar), cengkeh (clove) dan melati (jasmine).
Dibawah ini 5 rekomendasi parfum dari Project 1945 yang terinspirasi oleh kekayaan alam yang ada di Indonesia.
1. Symphony of Borobudur
Eau de Parfum 100 ml yang dikemas secara apik dengan botol berwarna ungu ini terinspirasi dari keagungan Borobudur dan dibanderol dengan harga Rp 330.000 .
Symphony of Borobudur sendiri hadir dengan wangi yang creamy, woody, dan amber menciptakan karakter kalem yang cocok di acara formal malam hari dan cuaca yang dingin.
Dengan Fig, Mandarin, dan Tuberose di Top Notes menciptakan sensasi creamy sweet namun tetap segar.
Aroma yang berlanjut dan semakin menguat di Middle Notes dari Violet, Incense, Sandalwood, dan Milk.
Di Base Notes Vanilla, Tonka, Benzoin, dan Musky menutup parfum dengan wangi yang sweet, amber, dan musky.
EDP ini memiliki kesan soft namun bold, calming, dan relaxing yang memiliki ketahanan sekitar 6-8 jam.
Baca Juga: Rekomendasi 7 Varian Parfum Lokal Merek Heura yang Jadi Best Seller Para Konsumen
2. Samosir
Dikemas dalam kemasan gradasi biru tua ke biru muda EDP ini dibanderol dengan harga Rp 330.000 untuk isi 100 ml.
Samosir merupakan hasil kolaborasi dengan Chicco Jerikho yang terinspirasi dari kemegahan dan ketenangan Danau Toba.
Dibuka dengan wangi citrus Bergamot, Green Notes yang menyejukkan, dan wangi floral Jasmine yang khas.
Di tengahnya wangi manis floral Honeysuckle dan Honey berpadu dengan Green Notes yang fresh.
Hingga menuju drydown perpaduan yang lembut dari Labdanum dan Musk memperkaya aroma parfum dan menambah kesan longlasting.
EDP ini cocok digunakan pria dan wanita di segala occasion dengan ketahanan cukup berkisar 4-5 jam.
3. The Great Batavia
Eau de Parfum 100 ml seharga Rp 310.000 ini masuk dalam kategori wewangian Aromatic, Woody & Fresh Fruity dengan ketahanan 3-4 jam.
The Great Batavia sendiri terinspirasi dari kemegahan kota Batavia yang dikemas dalam botol bening membawa kesan tengah piknik di hamparan kebun.
Aroma awal yang tercipta dari perpaduan Apple, Lemon, Watermelon, dan Spearmint menciptakan kesan fresh yang fruity dan freezy.
Kemudian di Middle Notes aromanya bertransisi menjadi lebih hangat dan aromatic dari Lavender, Clove Indonesia, Geranium, dan Elemi.
Menuju drydown wangi maskulin, manis, dan earthy mendominasi yang berasal dari Patchouli Indonesia, Vanilla, Tonka Bean, dan Moss.
4. Waters of Maluku
Dibanderol dengan harga sekitar Rp 310.000 Eau de Parfum 100 ml ini masuk ke dalam wewangian yang Woody, White Floral, Spicy, dan Amber.
Waters of Maluku terinspirasi dari elok bahari pulau penghasil rempah-rempah yaitu pulau Maluku.
Di Top Notes wangi fresh citrus Grapefruit bertemu dengan wangi aromatic dari Carrot dan Green Tea.
Di Heart Notes Lotus, Peony, dan Cinnamon bersatu dengan lembut dan memberi kesan maskulin yang hangat.
Dan ditutup dengan Clove, Cistus, Incense, dan Musk menciptakan wangi yang semakin hangat dan sedikit pedas
Eau de Parfum ini cocok digunakan di semua aktivitas yang mempunyai sillage & projection sedang dengan ketahanan berkisar 3-4 jam.
5. Sunset in Sumba 2.0
Eau de Parfum 100 ml ini memiliki harga sekitar Rp 310.000 yang membawa karakter Woody dan Spicy.
Sunset in Sumba 2.0 seolah membawa kamu merasakan hangatnya sunset di pulau Sumba.
Dibuka dengan aroma rempah Black Pepper dan Cardamom yang aromatic dan ada hint manis dar Red Apple dan Lavender.
Aroma yang diperkuat dengan Incense notes memberikan sensasi warm dan kesan yang bold, warm, dan aromatic.
Eau de Parfum ini bisa digunakan di semua kegiatan sore ataupun malam hari dengan ketahanan 5-6 jam.
Nah, itulah 3 rekomendasi parfum dari Project 1945 dengan membawa kekayaan alam Indonesia apakah kamu tertarik dengan salah satunya? (tasya-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid