Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Profil Codeblu, Sosok Food Reviewer yang Tengah Diboikot Warganet

Indi Wardani • Senin, 10 Maret 2025 | 20:56 WIB
Ramai dibahas, Codeblu diboikot netizen hingga restoran
Ramai dibahas, Codeblu diboikot netizen hingga restoran

Jawa Pos Radar Lawu - William Anderson, yang lebih dikenal dengan nama Codeblu, adalah seorang food vlogger terkenal di Indonesia.

Namanya mencuat di dunia kuliner digital karena gaya review-nya yang jujur, blak-blakan, dan tanpa filter.

Codeblu mulai dikenal luas setelah aktif mengunggah video ulasan makanan di berbagai platform media sosial, seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.

Ia sering mengunjungi berbagai restoran dan UMKM kuliner, memberikan ulasan tanpa basa-basi mengenai rasa, harga, dan kualitas layanan yang ia terima.

Gaya reviewnya yang terkesan tajam dan tidak segan mengkritik keras sebuah makanan atau restoran membuatnya memiliki banyak pengikut setia.

Namun, di sisi lain, pendekatan ini juga menuai banyak kontroversi.

Sebelum terjun ke dunia food vlogging, Codeblu memiliki latar belakang di bidang kuliner dan bisnis makanan.

Hal ini membuatnya mengklaim bahwa ia memiliki standar tinggi dalam menilai makanan.

Ia juga kerap membandingkan kuliner lokal dengan standar internasional, yang membuat beberapa pihak menilai bahwa ekspektasinya sering tidak realistis untuk beberapa kategori makanan di Indonesia.

Kontroversi yang Menjerat Codeblu

Meskipun dikenal sebagai food vlogger yang berani dan tidak takut mengkritik, Codeblu beberapa kali tersandung kontroversi.

Salah satu yang terbesar adalah tuduhan bahwa ia menjatuhkan bisnis kuliner dengan review negatifnya.

Baca Juga: Banjir Bandang Grobogan, Ribuan Warga di 21 Desa Terdampak, Tanggul Sungai Tuntang Jebol Lagi

Kasus Brand CT bukan kali pertama Codeblu menghadapi kecaman publik.

Sebelumnya, ia juga pernah mendapat kritik dari beberapa pelaku usaha kuliner karena ulasannya dianggap tidak objektif dan lebih condong ke pencitraan negatif terhadap suatu brand.

Sebagian orang menilai bahwa cara penyampaian kritik Codeblu tidak membangun, melainkan cenderung merusak reputasi sebuah bisnis, terutama bagi pelaku usaha kecil yang masih berkembang.

Namun, ada juga yang mendukungnya, menganggap bahwa review jujur sangat dibutuhkan agar konsumen tidak tertipu dengan promosi berlebihan.

Para penggemarnya menyukai gaya bicara blak-blakan Codeblu, yang dinilai lebih dapat dipercaya dibandingkan influencer yang hanya memberikan review positif demi kerja sama dengan brand.

Diboikot dan Dipertanyakan Kredibilitasnya

Setelah kasus Brand CT, nama Codeblu menjadi sorotan besar di dunia maya.

Banyak netizen yang menyerukan boikot terhadap dirinya karena dianggap asal menuduh tanpa melakukan verifikasi yang cukup.

Akibatnya, beberapa brand yang sebelumnya bekerja sama dengan Codeblu mulai menjaga jarak. Publik pun mulai mempertanyakan kredibilitasnya sebagai seorang food reviewer.

Meskipun ia telah meminta maaf dan berjanji untuk lebih berhati-hati ke depannya, kasus ini tetap menjadi catatan hitam dalam perjalanan kariernya sebagai food vlogger.

Pelajaran dari Kasus Codeblu

Kasus ini menjadi pengingat bagi para kreator konten kuliner bahwa kejujuran dalam review harus disertai dengan tanggung jawab.

Menyampaikan kritik sah-sah saja, tetapi tanpa verifikasi yang memadai, hal itu bisa berakibat fatal bagi bisnis yang dikritik.

Sebagai seorang reviewer, penting untuk memiliki etika dalam menyampaikan opini agar tidak sekadar viral, tetapi juga memberikan manfaat bagi konsumen serta pelaku usaha.

Ke depannya, apakah Codeblu akan mampu memperbaiki reputasinya dan kembali mendapat kepercayaan publik?

Atau justru semakin tenggelam akibat kontroversi yang menimpanya? Waktu yang akan menjawab. (*)

Editor : Riana M.
#boikot #food vloger #restoran #profil #Codeblu diboikot