Jawa Pos Radar Lawu – Cerita pemusnahan Pulau Ohara dalam One Piece rupanya punya kemiripan dengan peristiwa Baitul Hikmah.
Bila Ohara One Piece dihancurkan Pemerintah Dunia, penghancuran Baitul Hikmah dilakukan oleh bangsa Mongol.
Dalam dunia One Piece, Ohara dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan terbesar, tempat para arkeolog mempelajari rahasia Abad Kekosongan.
Namun, karena dianggap sebagai ancaman oleh Pemerintah Dunia, Ohara dihancurkan menggunakan Buster Call.
Nico Robin satu-satunya yang selamat dari peristiwa tersebut.
Peristiwa ini mengingatkan pada penghancuran Baitul Hikmah di Baghdad pada tahun 1258.
Baitul Hikmah kala itu menjadi pusat kajian ilmiah dan keilmuan dunia Islam.
Ketika pasukan Hulagu Khan dari bangsa Mongol menaklukkan Baghdad.
Mereka membakar Baitul Hikmah dan menenggelamkan buku-bukunya ke Sungai Tigris.
Airnya dikabarkan menghitam karena larutan tinta.
Berikut ini kesamaan antara Ohara dan Baitul Hikmah analisa Radar Lawu.
Ketakutan Penguasa Terhadap Ilmu Pengetahuan
Baik Ohara maupun Baitul Hikmah adalah pusat ilmu pengetahuan yang dihancurkan karena dianggap sebagai ancaman bagi penguasa.
Pemerintah Dunia takut jika arkeolog Ohara menemukan sejarah Abad Kekosongan.
Sementara Mongol menghancurkan Baitul Hikmah dalam penaklukan Baghdad.
Bangsa Mongol yang lebih fokus pada ekspansi militer, tidak menghargai ilmu pengetahuan dan justru menghancurkannya.
Penenggelaman Buku
Di One Piece, para arkeolog Ohara berusaha menyelamatkan buku-buku sejarah penting dengan melemparkannya ke danau sebelum tempat mereka dihancurkan.
Editor : Andi Chorniawan