Jawa Pos Radar Lawu – Yusuf Mahardika membagikan pengalamannya saat syuting film Norma Antara Mertua dan Menantu.
Dalam film ini, Yusuf memerankan karakter seorang suami yang terlibat hubungan terlarang dengan mertuanya, yang diperankan oleh Wulan Guritno.
Pengalaman ini menjadi tantangan besar bagi Yusuf, terlebih karena ia harus melakukan adegan ranjang dengan aktris senior tersebut.
"Aku baru pertama kali kerja bareng sama mami Wulan. Sebelumnya cuma beberapa kali ketemu di acara premier," ujar Yusuf Mahardika saat ditemui awak media di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).
Yusuf mengakui bahwa dirinya sempat gugup dan canggung ketika harus menjalani adegan tersebut. Dimana seorang Wulan Guritno adalah aktris yang ia kagumi sejak kecil.
"Awal sih sempat deg-degan ya karena lawan mainnya senior. Aku tumbuh besar nonton film Indonesia, ada dia," ungkap Yusuf.
Namun, rasa gugup itu perlahan hilang setelah ia menjalani proses reading dan diskusi bersama Wulan.
"Pada saat reading pertama, ngobrol segala macam, mami Wulan ternyata asik banget. Kita punya kesamaan selera musik, terus makanan segala macam," tambahnya.
Untuk memastikan kenyamanan selama proses syuting, adegan intim diawasi oleh seorang intimacy coordinator.
Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan memastikan semua pihak merasa nyaman.
"Adegan intimacy juga kita kan pakai IC (intimacy coordinator), jadi semua berjalan dengan aman, dijagain, dan Alhamdulillah nggak ada masalah sampai syuting selesai," jelas Yusuf.
Film ‘Norma’ diadopsi dari kisah nyata Norma Risma yang sempat viral di media sosial.
Karya garapan Dee Company ini dijadwalkan tayang pada momen Lebaran tahun ini.
Film tersebut dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama seperti Tissa Biani, Yusuf Mahardika, Wulan Guritno, dan Nunung.
Dengan alur cerita yang kontroversial dan pengemasan yang matang, film ini diyakini akan menarik perhatian publik.
Apalagi, kisahnya yang diangkat dari fenomena nyata membuatnya semakin relevan bagi para penonton.
"Aku merasa bersyukur bisa terlibat dalam proyek ini. Semoga penonton bisa menikmati filmnya dan mengambil pesan yang ingin disampaikan," tutup Yusuf. (okta)
Editor : Riana M.