Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Girlhood FOMO: Ketakutan Tersembunyi yang Dialami Perempuan Usia 30an!

Indi Wardani • Rabu, 26 Februari 2025 | 21:50 WIB
Ilustrasi Girlhood Fomo
Ilustrasi Girlhood Fomo

Jawa Pos Radar Lawu - Di usia 30-an, banyak perempuan mulai merasakan Girlhood FOMO, yaitu perasaan takut kehilangan pengalaman atau kebahagiaan yang seharusnya mereka nikmati saat masih muda.

FOMO sendiri adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yang menggambarkan ketakutan seseorang tertinggal dari tren atau momen yang dianggap penting.

Dalam konteks Girlhood FOMO, perempuan usia 30-an sering kali merasa kesepian dan menyesali hal-hal yang tidak sempat mereka lakukan di masa remaja atau awal 20-an.

Misalnya, mereka merasa tertinggal karena tidak mengalami kehidupan sosial yang seru, tidak cukup menikmati masa muda, atau merasa kehilangan kebebasan karena tuntutan karier, pernikahan, atau keluarga.

Mengapa Girlhood FOMO Bisa Terjadi?

Baca Juga: Netizen Tak Terima Anjelia Dom Tereliminasi di Spektakuler Show 5 Indonesian Idol XIII, Regina hingga Delon Tamrin Ikut Terkejut

Fenomena ini muncul karena beberapa faktor, seperti:

Media sosial sering kali menampilkan gambaran kehidupan yang tampak sempurna.

Melihat orang lain masih bisa bepergian, menikmati kebebasan, atau mengejar mimpi tanpa hambatan bisa membuat seseorang merasa tertinggal.

Di usia 30-an, perempuan mulai menghadapi lebih banyak tanggung jawab, seperti pekerjaan, pernikahan, atau mengurus anak.

Hal ini membuat mereka merasa kehilangan kebebasan yang dulu mereka miliki.

Norma sosial sering kali mengharapkan perempuan di usia 30-an sudah mencapai tahap tertentu dalam hidup, seperti menikah atau memiliki karier stabil.

Jika merasa tidak sesuai dengan standar ini, perempuan bisa mengalami perasaan tidak cukup sukses atau tertinggal dari teman sebaya.

Saat seseorang melihat kembali masa remaja dan awal 20-an, mereka mungkin menyadari ada banyak hal yang dulu ingin dilakukan tetapi terlewatkan.

Ini bisa memicu perasaan menyesal dan rindu pada masa lalu.

Dampak Girlhood FOMO pada Kesehatan Mental

Perasaan ini bisa berdampak negatif pada kesehatan mental, seperti:

Cara Mengatasi Girlhood FOMO

Jika kamu merasa mengalami Girlhood FOMO, berikut beberapa cara untuk mengatasinya:

Alih-alih menyesali masa lalu, cobalah untuk menikmati dan menghargai apa yang kamu miliki sekarang.

Setiap fase kehidupan punya keunikan dan kebahagiaan tersendiri.

Ingat bahwa setiap orang punya perjalanan hidupnya masing-masing.

Apa yang terlihat di media sosial belum tentu mencerminkan kehidupan nyata seseorang.

Jika merasa ada hal yang dulu belum sempat dilakukan, cobalah mulai sekarang! Misalnya, mencoba hobi baru, traveling, atau melakukan hal yang membuatmu bahagia.

Dikelilingi oleh teman atau komunitas yang mendukung bisa membantu mengurangi perasaan kesepian dan meningkatkan kebahagiaan.

Perubahan adalah bagian dari kehidupan. Daripada melihatnya sebagai kehilangan, anggaplah sebagai kesempatan untuk tumbuh dan menemukan kebahagiaan dalam bentuk yang berbeda.

Girlhood FOMO adalah fenomena yang banyak dialami perempuan usia 30-an, tetapi bukan berarti harus terus terjebak dalam perasaan ini.

Dengan memahami penyebabnya dan mengambil langkah positif, kamu bisa menjalani hidup lebih bahagia tanpa terjebak dalam bayang-bayang masa lalu.

Jadi, daripada merasa tertinggal, kenapa tidak mulai menciptakan momen-momen indah dalam hidupmu sekarang? (*)

Photo
Photo
Editor : Riana M.
#Fomo adalah #usia 30 #mental #perempuan