Jawa Pos Radar Lawu - Di usia 30-an, banyak perempuan mulai merasakan Girlhood FOMO, yaitu perasaan takut kehilangan pengalaman atau kebahagiaan yang seharusnya mereka nikmati saat masih muda.
FOMO sendiri adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yang menggambarkan ketakutan seseorang tertinggal dari tren atau momen yang dianggap penting.
Dalam konteks Girlhood FOMO, perempuan usia 30-an sering kali merasa kesepian dan menyesali hal-hal yang tidak sempat mereka lakukan di masa remaja atau awal 20-an.
Misalnya, mereka merasa tertinggal karena tidak mengalami kehidupan sosial yang seru, tidak cukup menikmati masa muda, atau merasa kehilangan kebebasan karena tuntutan karier, pernikahan, atau keluarga.
Mengapa Girlhood FOMO Bisa Terjadi?
Fenomena ini muncul karena beberapa faktor, seperti:
- Media Sosial dan Ekspektasi Hidup
Media sosial sering kali menampilkan gambaran kehidupan yang tampak sempurna.
Melihat orang lain masih bisa bepergian, menikmati kebebasan, atau mengejar mimpi tanpa hambatan bisa membuat seseorang merasa tertinggal.
- Perubahan Prioritas dan Tanggung Jawab
Di usia 30-an, perempuan mulai menghadapi lebih banyak tanggung jawab, seperti pekerjaan, pernikahan, atau mengurus anak.
Hal ini membuat mereka merasa kehilangan kebebasan yang dulu mereka miliki.
- Tekanan Sosial dan Budaya
Norma sosial sering kali mengharapkan perempuan di usia 30-an sudah mencapai tahap tertentu dalam hidup, seperti menikah atau memiliki karier stabil.
Jika merasa tidak sesuai dengan standar ini, perempuan bisa mengalami perasaan tidak cukup sukses atau tertinggal dari teman sebaya.
- Nostalgia Masa Muda
Saat seseorang melihat kembali masa remaja dan awal 20-an, mereka mungkin menyadari ada banyak hal yang dulu ingin dilakukan tetapi terlewatkan.
Ini bisa memicu perasaan menyesal dan rindu pada masa lalu.
Dampak Girlhood FOMO pada Kesehatan Mental
Perasaan ini bisa berdampak negatif pada kesehatan mental, seperti:
- Merasa tidak puas dengan kehidupan saat ini
- Meningkatkan kecemasan dan stres
- Menjadi terlalu membandingkan diri dengan orang lain
- Mengalami kesulitan menerima perubahan hidup
Cara Mengatasi Girlhood FOMO
Jika kamu merasa mengalami Girlhood FOMO, berikut beberapa cara untuk mengatasinya:
- Fokus pada Kehidupan Saat Ini
Alih-alih menyesali masa lalu, cobalah untuk menikmati dan menghargai apa yang kamu miliki sekarang.
Setiap fase kehidupan punya keunikan dan kebahagiaan tersendiri.
- Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Ingat bahwa setiap orang punya perjalanan hidupnya masing-masing.
Apa yang terlihat di media sosial belum tentu mencerminkan kehidupan nyata seseorang.
- Buat Pengalaman Baru
Jika merasa ada hal yang dulu belum sempat dilakukan, cobalah mulai sekarang! Misalnya, mencoba hobi baru, traveling, atau melakukan hal yang membuatmu bahagia.
- Bangun Hubungan yang Positif
Dikelilingi oleh teman atau komunitas yang mendukung bisa membantu mengurangi perasaan kesepian dan meningkatkan kebahagiaan.
- Terima Perubahan dengan Lapang Dada
Perubahan adalah bagian dari kehidupan. Daripada melihatnya sebagai kehilangan, anggaplah sebagai kesempatan untuk tumbuh dan menemukan kebahagiaan dalam bentuk yang berbeda.
Girlhood FOMO adalah fenomena yang banyak dialami perempuan usia 30-an, tetapi bukan berarti harus terus terjebak dalam perasaan ini.
Dengan memahami penyebabnya dan mengambil langkah positif, kamu bisa menjalani hidup lebih bahagia tanpa terjebak dalam bayang-bayang masa lalu.
Jadi, daripada merasa tertinggal, kenapa tidak mulai menciptakan momen-momen indah dalam hidupmu sekarang? (*)