Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Patah Hati Bukan Cuma Soal Perasaan, Efeknya Bisa Sebabkan Gangguan Jantung!

Indi Wardani • Rabu, 19 Februari 2025 | 23:42 WIB
Ilustrasi patah hati
Ilustrasi patah hati

Jawa Pos Radar Lawu - Putus cinta memang menyakitkan, tapi tahukah kamu bahwa patah hati juga bisa berdampak serius pada kesehatan fisik, bahkan menyebabkan gangguan jantung?

Fenomena ini dikenal sebagai sindrom patah hati (broken heart syndrome) atau kardiomiopati takotsubo.

Patah Hati Sebabkan Stres Berat untuk Jantung

Menurut Harvard Health, sindrom patah hati terjadi ketika seseorang mengalami stres emosional berat, seperti kehilangan orang tersayang atau perpisahan mendalam.

Kondisi ini menyebabkan ventrikel kiri jantung melemah, sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan optimal.

Gejalanya mirip serangan jantung, seperti:

Namun, berbeda dengan serangan jantung, sindrom patah hati tidak disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah koroner.

Otak Mengalami Perubahan seperti Kecanduan

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Lucy Brown di Inggris menemukan bahwa patah hati dapat memengaruhi otak seperti kecanduan narkoba.

Studi ini dilakukan pada 15 orang yang baru saja putus cinta.

Saat ditunjukkan foto mantan kekasih, bagian otak mereka yang terkait dengan motivasi dan penghargaan menunjukkan aktivitas berlebihan, mirip dengan kondisi orang yang mengalami kecanduan zat terlarang.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa rasa sakit akibat putus cinta tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga dapat dirasakan secara fisik, karena memicu aktivitas di bagian otak yang sama dengan pemrosesan rasa sakit ragawi.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Menurut spesialis jantung Mega Febrianora, sindrom patah hati dapat diatasi dengan:

  1. Kemauan untuk bangkit dari kesedihan
  2. Dukungan sosial dan lingkungan positif
  3. Pengobatan medis dari dokter spesialis jantung

Mega juga menekankan bahwa hormon dopamin menurun drastis saat seseorang mengalami patah hati, yang menyebabkan perasaan sedih, depresi, bahkan dalam kasus ekstrem bisa berujung kematian jika tidak ditangani dengan baik.

Namun, kabar baiknya, sindrom patah hati bukan kondisi permanen. Dengan perawatan dan dukungan yang tepat, kondisi jantung bisa pulih kembali.

Jadi, jika kamu sedang mengalami patah hati, jangan remehkan dampaknya pada tubuh!

Cari dukungan, lakukan hal-hal yang positif, dan ingat bahwa patah hati bisa disembuhkan. (*)

Pj Sekkan Guntur Priambodo diapit Plt Kepala Dinas PU CKPP Suyanto Waspo Tondo W (kiri) dan Kalaksa BPBD Banyuwangi Danang Hartanto.
Pj Sekkan Guntur Priambodo diapit Plt Kepala Dinas PU CKPP Suyanto Waspo Tondo W (kiri) dan Kalaksa BPBD Banyuwangi Danang Hartanto.
Pj Sekkab Guntur Priambodo meninjau saluran air
Pj Sekkab Guntur Priambodo meninjau saluran air
Editor : Riana M.
#sakit jantung #sedih #Patah Hati Berjemaah #putus cinta