Jawa Pos Radar Lawu - Sumanto sempat menjadi sorotan nasional pada awal 2000-an karena kasus kanibalisme yang mengguncang masyarakat Indonesia.
Setelah menjalani hukuman dan rehabilitasi, dia kembali ke masyarakat dengan semangat untuk berubah dan memperbaiki hidupnya.
Bertahun-tahun kemudian, dirinya menemukan dunia digital sebagai wadah baru untuk berinteraksi dan berkarya.
Perjalanan Menjadi Konten Kreator
Setelah bebas, Sumanto mulai membangun kehidupan baru dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dirinya melihat peluang di dunia digital untuk berbagi cerita dan menghibur masyarakat.
Dengan gaya khas dan kepribadiannya yang unik, dirinya mulai mengunggah berbagai konten yang berisi kesehariannya, pengalaman hidup, serta pesan-pesan motivasi.
Konten Viral: Makan Sate dan Heboh di Media Sosial
Salah satu video Sumanto yang sempat viral adalah saat dirinya menikmati sate di warung sederhana.
Video ini menarik perhatian warganet karena ekspresi dan komentar spontan Sumanto yang dianggap menghibur sekaligus unik.
Dalam waktu singkat, video tersebut ditonton oleh ribuan orang dan ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.
Banyak netizen yang memberikan komentar beragam, mulai dari yang sekadar terhibur hingga yang mengapresiasi usahanya untuk menjalani hidup normal seperti orang pada umumnya.
Baca Juga: Gas Melon Langka Pertamina akan Ganti dengan Gas Bright 3 Kg, Hoaks Atau Fakta
Jenis Konten yang Dibuat
Sumanto tidak hanya mengandalkan sensasi, tetapi juga mencoba berbagai jenis konten, seperti:
Vlog keseharian, menunjukkan bagaimana ia menjalani hidupnya saat ini.
Kuliner dan review makanan, mencoba berbagai makanan khas daerah dan berbagi pengalamannya.
Motivasi dan refleksi hidup, untuk memberikan pesan inspiratif berdasarkan pengalaman pribadinya.
komedi dan hiburan, membuat sketsa ringan yang menghibur penonton.
Merangkul dan Memberdayakan Orang dengan Gangguan Jiwa
Kisah Sumanto mengajarkan pentingnya merangkul dan memberdayakan orang dengan gangguan jiwa atau mereka yang pernah mengalami masa sulit dalam hidupnya.
Daripada dikucilkan, mereka seharusnya diberikan kesempatan untuk kembali berbaur dengan masyarakat dan menjalani kehidupan sosial yang lebih baik.
Stigma negatif yang melekat sering kali membuat mereka semakin terisolasi, padahal dengan bimbingan dan dukungan yang tepat, mereka bisa berkontribusi secara positif.
Langkah Sumanto dalam membangun kehidupannya kembali adalah contoh bahwa setiap orang memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki diri dan menjadi bagian dari masyarakat.
Tantangan dan Respons Publik
Perjalanan Sumanto sebagai konten kreator tentu tidak selalu mulus. Ia masih menghadapi kritik dari masyarakat yang sulit melupakan masa lalunya.
Namun, semakin banyak pula yang mendukung dan menghargai usahanya untuk berubah.
Dengan semakin banyaknya pengikut yang penasaran dan tertarik dengan kontennya, Sumanto berhasil membuktikan bahwa seseorang tidak harus terus terjebak dalam masa lalu.
Ia memanfaatkan peluang baru di era digital untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan menginspirasi orang lain. (naz)
Editor : Mizan Ahsani