Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Memahami Over Explaining, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Davita Dyah Ayu • Senin, 3 Februari 2025 | 14:00 WIB
Ada beberapa alasan mengapa seseorang cenderung over-explain
Ada beberapa alasan mengapa seseorang cenderung over-explain

Jawa Pos Radar Lawu - Over explaining adalah kebiasaan menjelaskan sesuatu secara berlebihan, sering kali dengan menyertakan terlalu banyak detail, termasuk informasi pribadi yang seharusnya tidak perlu disampaikan.

Seseorang yang memiliki kebiasaan ini cenderung merasa tidak nyaman jika tidak menceritakan sesuatu secara mendetail, bahkan terkadang melakukannya tanpa disadari.

Alih-alih menyampaikan inti pesan dengan jelas, seseorang yang over explain justru berfokus pada aspek yang kurang relevan atau terlalu mendalam.

Hal ini sering kali terjadi karena mereka ingin memastikan bahwa pesan mereka benar-benar dipahami.

Penyebab Over Explaining

Ada beberapa alasan mengapa seseorang cenderung over explain. Salah satunya adalah ketakutan akan penolakan atau tidak didengar.

Orang dengan kebiasaan ini sering kali merasa bahwa mereka harus menjelaskan segala sesuatu secara detail agar tidak disalahpahami atau diabaikan oleh orang lain.

Selain itu, over explaining juga bisa muncul sebagai bentuk pencarian validasi. Mereka merasa perlu berbicara panjang lebar agar mendapatkan pengakuan, persetujuan, atau perhatian dari orang lain.

Penyebab lain yang lebih dalam adalah pengalaman trauma di masa lalu.

Seseorang yang pernah sering diremehkan, disepelekan, atau tidak pernah dihargai bisa mengembangkan kebiasaan ini sebagai mekanisme pertahanan.

Pengalaman dikhianati, dibohongi, atau mengalami kekecewaan mendalam juga bisa menjadi pemicu. Selain itu, orang yang pernah terjebak dalam lingkungan toxic atau menjadi korban bullying mungkin merasa perlu menjelaskan segala sesuatu dengan sangat rinci agar dipahami dan diterima oleh orang lain.

Dampak Over-Explaining

Kebiasaan over explaining dapat membawa berbagai dampak negatif, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Salah satu dampaknya adalah terbukanya terlalu banyak informasi pribadi. Hal ini bisa membuat orang lain mengetahui hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi, yang dalam jangka panjang dapat merugikan diri sendiri.

Selain itu, over-explaining dapat membuat lawan bicara merasa tidak nyaman. Orang lain bisa merasa bosan, kesal, atau bahkan ilfeel karena harus mendengarkan penjelasan yang terlalu panjang dan berbelit-belit.

Ironisnya, kebiasaan ini juga bisa meningkatkan kecemasan. Alih-alih merasa lega setelah menjelaskan sesuatu, seseorang yang over-explain justru bisa semakin cemas karena takut masih ada hal yang belum dipahami lawan bicara.

Semakin banyak mereka berbicara, semakin mereka merasa tidak yakin apakah penjelasan mereka sudah cukup jelas atau belum.

Over-explaining juga bisa membuat seseorang selalu merasa perlu mendapatkan perhatian dan simpati dari orang lain.

Mereka berharap orang lain akan merasa kasihan, bersimpati, atau bahkan memuji mereka setelah mendengar penjelasan yang panjang.

Sayangnya, hal ini justru bisa berujung pada ketergantungan emosional terhadap validasi eksternal.

Cara Mengatasi Over Explaining

Mengatasi over-explaining memerlukan kesadaran dan usaha untuk menyembuhkan akar permasalahannya.

Mengenali Pola Komunikasi Yang Berlebihan

Penting untuk menyadari kapan dan dalam situasi apa kebiasaan ini muncul. Apakah terjadi karena takut disalahpahami? Ataukah karena merasa kurang percaya diri?

Dengan menyadari pemicunya, seseorang bisa mulai mengendalikan dorongan untuk berbicara secara berlebihan.

Melatih Komunikasi yang Lebih Ringkas

Baca Juga: Pentingnya Self Checking bagi Content Writer, Ini 5 Manfaat dalam Penulisan

Biasakan untuk menyampaikan pesan dengan singkat dan jelas. Fokuslah pada inti informasi yang ingin disampaikan, dan beri kesempatan kepada lawan bicara untuk bertanya jika mereka membutuhkan lebih banyak detail.

Dengan cara ini, komunikasi menjadi lebih efektif dan tidak melelahkan bagi kedua belah pihak.

Membangun Kepercayaan Diri

Ini merupakan bagian penting dalam mengatasi over-explaining.

Jika kebiasaan ini berakar dari trauma atau rasa tidak cukup baik, seseorang bisa mulai berinvestasi dalam pengembangan diri, seperti terapi atau konseling, untuk membantu mengatasi perasaan tersebut.

Praktik Mindfulness Atau Kesadaran Penuh  

Ini dapat membantu seseorang tetap fokus pada saat ini dan mengenali dorongan untuk over-explain. Dengan melatih mindfulness, seseorang dapat belajar untuk berhenti sejenak sebelum memberikan penjelasan yang terlalu panjang.

Ini bisa menjadi cara yang efektif untuk membangun pola komunikasi yang lebih sehat.

Over-explaining bukan sekadar kebiasaan komunikasi yang buruk, tetapi sering kali merupakan respons emosional terhadap luka batin yang belum sembuh.

kesadaran, latihan, dan dukungan yang tepat, seseorang bisa belajar untuk berkomunikasi dengan lebih percaya diri dan efektif tanpa harus merasa perlu menjelaskan segalanya secara mendetail.

Setiap langkah kecil menuju pemulihan adalah pencapaian yang berarti. (*) 

Editor : Riana M.
#dampak negatif #penyebab #dampak #berlebihan #menjelaskan #over explaining