Jawa Pos Radar Lawu - Generasi Z sering kali disebut sebagai generasi yang paling kreatif, cepat belajar, dan adaptif di era digital.
Dibalik semua kelebihan yang melekat pada gen Z, ada beberapa tantangan besar yang bisa menghambat perkembangan mereka, terutama di lingkungan profesional.
Dalam video yang diunggah oleh Raymond Chin di kanal YouTube-nya, ia blak-blakan mengungkap tiga kebiasaan buruk yang menurutnya memiliki akibat fatal dari generasi Z, yaitu baperan, naif, dan instan.
- Baperan, Tidak Mampu Menerima Kritik
Raymond Chin menyoroti sikap baper atau bawa perasaan sebagai perilaku fatal pertama dari generasi ini.
Menurutnya, generasi ini sering kali terlalu reaktif terhadap kritik atau umpan balik dari atasan.
“Profesional itu profesional. Kalau kamu masih menerima uang dari atasan, kamu harus bisa menyelesaikan pekerjaan, terlepas dari mood atau masalah pribadi,” ungkapnya.
Media sosial sendiri sering kali menjadi penyebab utama mengapa Gen Z mudah baper.
- Naif, Percaya Mentah-mentah pada Standar Media Sosial
Masalah kedua yang diangkat adalah sikap naif yang dimiliki generasi ini.
Raymond mengkritik Gen Z yang terlalu mudah percaya pada standar hidup yang digambarkan di media sosial.
Misalnya, melihat seseorang bekerja di perusahaan dengan fasilitas mewah atau gaji fantastis, lalu menganggap itu adalah standar yang harus diikuti.
“Kamu harus sadar, 99% konten di media sosial itu dibuat untuk kepentingan tertentu.
Apa yang kamu lihat itu sering kali bukan kenyataan,” jelasnya.
- Instan, Mau Segalanya Jadi Cepat dan Mudah
Perilaku fatal terakhir menurut Raymond adalah mentalitas yang instan.
Terutama bagaimana teknologi membuat Gen Z terbiasa mendapatkan informasi atau hasil dengan cepat, tetapi lupa bahwa kesuksesan sejati memerlukan proses dan perjuangan.
“Generasi sebelumnya belajar dengan cara yang lebih sulit, seperti harus ke perpustakaan, baca buku, dan cari jawaban sendiri.
Tapi sekarang, semuanya serba swipe. Itu bikin kamu kehilangan nilai ketekunan dan daya juang,” ungkapnya.
Introspeksi dan Coba Belajar dari Generasi Sebelumnya
Meski terdengar keras, Raymond menyampaikan kritik ini dengan harapan Gen Z bisa introspeksi diri.
Ia percaya bahwa generasi ini punya potensi besar, terutama dalam hal kreativitas dan kecepatan belajar.
Namun, untuk mencapai kesuksesan sejati, Gen Z harus belajar dari generasi sebelumnya.
“Generasi sebelum kamu, yang sudah mencapai hal besar, masih mau belajar dan menerima kritik. Jadi, kenapa kamu enggan mendengarkan mereka?” ujarnya. (*)
Editor : Riana M.