Jawa Pos Radar Lawu - Kegiatan movie marathon sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang di era digital saat ini.
Dengan kemajuan teknologi, kita tidak perlu lagi repot pergi ke bioskop untuk sekadar menonton film.
Kini, berbagai platform streaming menyediakan kemudahan menonton melalui smartphone.
Film atau serial sering kali menghadirkan alur cerita yang menarik dan membuat penasaran, sehingga mendorong keinginan untuk terus menonton hingga selesai.
Salah satu faktor yang membuat orang gemar menonton adalah kualitas akting para pemeran dalam film tersebut.
Jika akting mereka sesuai dengan ekspektasi, bukan tidak mungkin kita akan tertarik untuk menyaksikan peran mereka di film lainnya. K
etika menonton sesuatu yang kita sukai, otak kita melepaskan dopamin, yaitu hormon yang menimbulkan perasaan bahagia, gembira, dan senang.
Pelepasan dopamin ini dapat memperbaiki mood, sehingga banyak orang yang menjadikan movie marathon sebagai kegiatan yang menyenangkan dan ingin dilakukan berulang kali.
Meskipun aktivitas ini menyenangkan dan mampu meredakan stres, kebiasaan menonton yang berlebihan atau binge watching dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Apa Itu Binge Watching?
Dalam bahasa Inggris, kata “binge” berarti kegiatan yang dilakukan secara berlebihan, sementara “watching” berarti menonton.
Binge watching merujuk pada kebiasaan menonton secara berlebihan hingga mengorbankan jam istirahat atau aktivitas harian lainnya.
Hal ini terutama terjadi ketika film atau serial yang ditonton memiliki durasi atau jumlah episode yang banyak, sehingga mendorong seseorang untuk menonton secara maraton hingga selesai.
Dampak Negatif Binge Watching
- Gangguan Kesehatan
Duduk dalam waktu yang lama tanpa istirahat dapat menyebabkan nyeri punggung dan meningkatkan risiko kelainan tulang belakang.
Movie marathon sering kali disertai dengan konsumsi camilan seperti popcorn, kukis, atau makanan ringan lainnya, ditambah minuman manis.
Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.
- Gangguan Pola Tidur
Menonton hingga larut malam dapat mengganggu pola tidur, yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.
- Efek Seperti Kecanduan
Menurut riset dari situs pemasaran online Backlinko, pada tahun 2020 pelanggan Netflix menghabiskan rata-rata 3,2 jam per hari untuk menonton film dan serial.
Aktivitas ini memicu pelepasan dopamin secara terus-menerus, menciptakan rasa puas yang bisa berujung pada kecanduan. Psikiater Danesh A. Alam, MD, dari Northwestern Medicine, menyatakan bahwa kebiasaan ini sulit diubah dan memiliki efek serupa dengan penggunaan zat adiktif.
Movie marathon dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan jika dilakukan dengan bijak.
Namun, penting untuk mengelola waktu dan memperhatikan kesehatan agar kebiasaan ini tidak berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari. (*)
Editor : Riana M.