Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Lagi Populer di Dunia Kerja, Berikut Arti Istilah Leavisma Kebiasaan Mengorbankan Cuti Kerja

Davita Dyah Ayu • Rabu, 22 Januari 2025 | 21:52 WIB
Leavisme adalah tindakan memanfaatkan waktu cuti untuk menyelesaikan pekerjaan kantor, bukan untuk beristirahat
Leavisme adalah tindakan memanfaatkan waktu cuti untuk menyelesaikan pekerjaan kantor, bukan untuk beristirahat

Jawa Pos Radar Lawu - Apakah kamu pernah menggunakan waktu cuti kerja bukan untuk beristirahat, tetapi untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertinggal?

Atau mungkin di hari libur, kamu malah sibuk menyelesaikan tugas kantor demi mengejar deadline?

Jika iya, kamu mungkin sedang mengalami leavisme, sebuah fenomena yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan fisik.

Apa itu Leavisme?

Leavisme adalah tindakan memanfaatkan waktu cuti untuk menyelesaikan pekerjaan kantor, bukan untuk beristirahat dan mengisi ulang energi.

Fenomena ini sering muncul ketika karyawan merasa bahwa waktu kerja reguler tidak cukup untuk menyelesaikan tugas mereka.

Dilansir dari Stylist, alasan utama terjadinya leavisme adalah beban kerja yang berlebihan dan sistem kerja yang tidak efisien.

Prosedur birokrasi yang rumit juga menjadi salah satu penyebab karyawan merasa perlu menggunakan waktu pribadi mereka untuk pekerjaan kantor.

Mengorbankan waktu istirahat untuk pekerjaan dapat menciptakan siklus yang melelahkan.

Ketika otak terus-menerus disibukkan dengan pekerjaan, ia sulit membedakan antara waktu kerja dan waktu istirahat.

Akibatnya, meski kamu tidak sedang melakukan aktivitas fisik, pikiranmu tetap terasa lelah.

Baca Juga: Tips Berkunjung ke Goa Pindul: Rute Lengkap, Waktu Terbaik, dan Hal yang Perlu Disiapkan

Jika hal ini dibiarkan, dampaknya dapat sangat serius, ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) dapat menyebabkan stres berlebih dan berujung pada burnout.

Kurangnya waktu istirahat yang berkualitas dapat mengurangi fokus, kreativitas, dan kemampuan mengambil keputusan.

Kebiasaan ini dapat memicu kecemasan, depresi, bahkan gangguan tidur.

Leavisme juga berkaitan erat dengan presenteeisme, yaitu kebiasaan berada di tempat kerja lebih lama dari yang diperlukan demi menunjukkan loyalitas atau mengesankan atasan.

Kedua fenomena ini sering kali didasari oleh budaya kerja yang tidak sehat, seperti ekspektasi yang tidak realistis atau ketakutan kehilangan pekerjaan.

Leavisme bukanlah solusi untuk menyelesaikan pekerjaan, melainkan sebuah gejala dari masalah yang lebih besar, seperti manajemen waktu yang buruk atau budaya kerja yang toksik.

Mengatasi fenomena ini membutuhkan kesadaran dan perubahan baik dari individu maupun organisasi.

Dengan mengutamakan keseimbangan dan kesehatan, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif. (*)

TINJAU LOKASI: Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama forkopimda serta OPD terkait meninjau tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, kemarin.
TINJAU LOKASI: Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama forkopimda serta OPD terkait meninjau tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, kemarin.
Editor : Riana M.
#cuti #deadline #Sibuk Kerja #sistem kerja #leavisme