Jawa Pos Radar Lawu - Manusia adalah makhluk sosial yang, dalam kehidupan sehari-harinya, akan selalu berinteraksi dengan banyak orang.
Namun, tidak semua orang memiliki sifat yang menyenangkan.
Terkadang, kita harus berhadapan dengan individu yang bersifat egois atau dikenal dengan istilah self centered.
Mereka cenderung hanya fokus pada diri sendiri tanpa memperhatikan orang lain.
Orang yang self centered biasanya memiliki kecenderungan untuk memonopoli percakapan.
Sebagai contoh, ketika kamu mulai berbagi cerita tentang betapa sulitnya pekerjaanmu saat ini.
Mereka justru mengambil alih pembicaraan untuk berbicara tentang tekanan pekerjaan mereka sendiri, tanpa memedulikan kekhawatiran yang sedang kamu bagikan.
Dalam hubungan dengan mereka, sering kali terlihat pola ketidakseimbangan, kamu memberikan waktu, energi, dan perhatian, tetapi upaya itu tidak mendapatkan balasan yang setimpal.
Hal ini menunjukkan bahwa mereka lebih peduli pada kebutuhan dan pandangan mereka sendiri dibandingkan orang lain.
Selain itu, orang yang self-centered kerap menolak pandangan atau perspektif orang lain.
Mereka hanya memusatkan perhatian pada apa yang mereka anggap benar dan sering kali mengabaikan pendapat orang lain.
Lebih jauh lagi, mereka sering berusaha "menutupi" sifat egoisnya.
Mereka mungkin terlihat perhatian di permukaan, tetapi tindakan mereka tetap menunjukkan bahwa mereka lebih memprioritaskan diri sendiri.
Menghadapi Orang yang Self-Centered
- Tetapkan Batasan yang Jelas
Jangan biarkan tindakan mereka terus-menerus menguras energi emosionalmu.
Misalnya, jika mereka terlalu sering memonopoli percakapan, cobalah dengan tegas namun sopan mengatakan, "Aku mendengar cerita kamu, tapi sekarang aku butuh kamu mendengarkan aku juga."
- Jangan Terlalu Mengambil Hati
Jika kamu mulai mempersonalisasi perilaku mereka, itu hanya akan membuatmu frustrasi.
Ingatlah bahwa perilaku mereka lebih mencerminkan siapa mereka daripada siapa kamu. Hindari membalas perilaku buruk mereka dengan tindakan serupa.
- Gunakan Komunikasi yang Jujur dan Lembut
Kadang-kadang, teman yang self-centered mungkin tidak menyadari bahwa sikap mereka mengganggu.
Dalam situasi seperti ini, pilih waktu yang tepat untuk berbicara dengan jujur.
Sampaikan perasaanmu dengan nada lembut, seperti, "Aku senang mendengar cerita kamu, tapi kadang aku juga butuh kamu mendengarkan ceritaku.
- Fokus pada Dirimu Sendiri
Jangan biarkan perilaku mereka mengubah siapa dirimu. Tetaplah menjadi pribadi yang perhatian dan penyayang, meskipun orang lain tidak selalu membalasnya dengan cara yang sama.
- Jaga Keseimbangan Hubungan
Hubungan yang sehat adalah hubungan yang saling mendukung dan menghargai.
Baca Juga: Liburan ke Waduk Krisak? Berikut Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Terbarunya
Jika kamu merasa terlalu sering dirugikan, pertimbangkan apakah hubungan tersebut masih layak untuk dipertahankan.
Berada di sekitar orang yang egois memang membutuhkan kesabaran ekstra.
Namun, dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa menjaga hubungan tanpa harus merasa terbebani.
Tetaplah percaya bahwa setiap orang bisa berubah jika diberi kesempatan dan pemahaman yang baik. (*)
Editor : Riana M.