Jawa Pos Radar Lawu – Dialog mengenai metode mendidik anak kian ramai diperbincangkan. Kini muncul konsep yang disebut Peaceful Parenting.
Peaceful parenting muncul sebagai solusi yang menyejukkan bagi banyak orang tua.
Filosofi ini tidak hanya berfokus pada kedamaian dalam hubungan antara orang tua dan anak, tetapi juga bagaimana menciptakan suasana harmonis di rumah.
Apa Itu Peaceful Parenting?
Peaceful Parenting adalah pendekatan yang diperkenalkan oleh psikolog klinis Laura Markham.
Tujuan utama dari pola asuh ini adalah membangun hubungan yang penuh kasih dan damai antara orang tua dan anak.
Ada tiga prinsip utama yang menjadi landasan dalam Peaceful Parenting:
Meregulasi Emosi Orang Tua
Dalam konsep Peaceful Parenting, orang tua diajak untuk lebih memahami dan mengelola emosi mereka sendiri.
Mengapa ini menjadi hal krusial yang harus dilakuakan?
Karena konsep kedamaian dalam mendidik anak dimulai dari kedamaian dalam diri orang tua.
Ketika orang tua mampu mengendalikan emosi, mereka dapat menciptakan suasana yang tenang dan nyaman bagi anak.
Membangun Koneksi dengan Anak
Pendekatan ini menekankan pentingnya membangun hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak.
Alih-alih dengan memberikan perintah, orang tua justru diajak untuk berkomunikasi dan terhubung secara emosional dengan anak.
Hal inilah yang bisa membantu anak merasa lebih dihargai dan dipahami, terutama ketika di rumah.
Melatih Dibandingkan Mengontrol
Peaceful Parenting lebih fokus pada membimbing anak untuk mengenali dan mengelola emosi mereka sendiri, daripada memaksakan kendali.
Dengan cara ini, anak diajarkan untuk menjadi individu yang bijaksana dan mandiri.
Manfaat Peaceful Parenting bagi Anak
Pola asuh ini membawa berbagai manfaat signifikan bagi perkembangan anak, terutama dapat memunculkan kebahagiaan pada anak.
Anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang damai cenderung lebih bahagia dan mampu bekerja sama tanpa merasa tertekan.
Selain itu, lewat peaceful parenting dapat tercipta hubungan yang dekat dan penuh kepercayaan antara orang tua dan anak.
Anak-anak tumbuh melalui pola asih ini cenderung memiliki kedewasaan emosional yang tinggi, disiplin diri, dan rasa tanggung jawab yang kuat.
Dengan pendekatan yang lebih positif, risiko masalah mental seperti depresi dan hiperaktivitas dapat diminimalkan.
Anak justru akan merasa nyaman dan aman di rumah dan menjadikan keluarga sebagai tempat yang menyenangkan untuk tumbuh dan berkembang.
Manfaat Peaceful Parenting bagi Orang Tua
Tidak hanya anak yang merasakan manfaatnya, orang tua pun juga akan mendapatkan dampak positif dari Peaceful Parenting ini.
Melalui pola asuh ini, para orang tua dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan, serta meningkatkan kemampuannya dalam mengenali dan mengelola emosi mereka sendiri.
Dengan demikian, orang tua dapat menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka serta menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi anak untuk saling berbagi. (*)
Editor : Riana M.